Djoko Waluyo 02/04/2014
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Komando Resor Militer (Korem) 045/Garuda Jaya melarang prajurit TNI AD memberikan bantuan pengawalan baik bagi partai politik (parpol) maupun calon anggota legislatif (caleg) peserta Pemilu Legislatif 2014.

“TNI sebagai institusi yang netral sudah berkomitmen penuh untuk menjaga netralitas pada pemilu dan siap mendukung keamanan kalau ada permintaan dari Kepolisian Daerah,” kata Danrem 045/Garuda Jaya Kolonel (Inf) Untung Budiharto di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, untuk menjaga netralitas TNI dalam penyelenggaraan pemilu ada beberapa larangan yang harus dipatuhi setiap prajurit, di antaranya tidak boleh mendatangi atau mengamankan sekitar tempat pemunggutan suara (TPS), tidak boleh mengawal salah satu parpol atau caleg dan juga tidak boleh menerima tamu dari peserta pemilu.

“TNI memiliki larangan-larangan yang tidak sama dengan aparat kepolisian. Polisi mungkin masih bisa melakukan pengamanan langsung di TPS-TPS dan melakukan pengawalan terhadap peserta pemilu dan lainnya demi menjaga keamanan yang kondusif selama pelaksanaan pemilu,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama masa tenang pemilu pada 6-8 April nanti pengamanan akan tetap dilakukan.

“Kami telah memetakan kemungkinan-kemungkinan yang dapat saja menimbulkan konflik. Daerah-daerah rawan konflik tetap perlu diantisipasi,” ujarnya menambahkan.

Selain itu juga mengorganisasikan kekuatan TNI dalam mendukung pengamanan kalau ada permintaan dari Polri. Prajurit juga harus selalu siap digerakkan apabila ada perubahan situasi dengan tetap memegang aturan yang berlaku sesuai UU Nomor 34 tahun 2004.

“Kami siap membantu kepolisian dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu ia kembali menginstruksikan kepada seluruh prajurit agar mematuhi larangan-larangan selama pemilu guna menjaga netralitas TNI. antara

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*