PPP PECAT ABRAHAM LUNGGANA DAN SEMBILAN KADERNYA – Poskota.co
Wednesday, September 20

PPP PECAT ABRAHAM LUNGGANA DAN SEMBILAN KADERNYA

POSKOTA.CO – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz mengenai soal hubungannya dengan Ketua DPW PPP DKI Abraham Lunggana yang akrab dipanggil Lulung, setelah aksi pemecatan hari ini (Senin, 13/3).

Djan menjawab santai dengan mendoakan Lulung agar masuk surga. “Nasibnya tidak masalah, dan kita doain supaya dia masuk surga,” ucapnya.

Ketum PPP masih tetap menjaga silaturahmi dengan Lulung. Namun demikan secara politik, Lulung resmi keluar dari kepengurusan PPP, karena terang-terangan mendeklarasikan dukungannya terhadap Anies Baswedan-Sandiaga Uno. “Hubungan tali silaturahmi tetap, tapi hubungan organisasi tidak terjadi,” kata Djan Faridz, saat jumpa pers di Kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (13/3) malam).

Ketua Umum PPP Djan Faridz, Wakil Sekjen PPP Sudarto beserta anggota PPP, Senin (13/3) malam, menggelar jumpa pers perihal pemecatan sepuluh kader PPP, termasuk di antaranya Ketua DPW PPP DKI Abraham Lunggana alias Lulung, di Kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Ketua Umum PPP Djan Faridz, Wakil Sekjen PPP Sudarto beserta anggota PPP, Senin (13/3) malam, menggelar jumpa pers perihal pemecatan sepuluh kader PPP, termasuk di antaranya Ketua DPW PPP DKI Abraham Lunggana alias Lulung, di Kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Abraham Lunggana alias Lulung keluar dari DPP PPP, tapi persaudaraan tetap terjalin, dan perbedaan pendapat tidak berarti putus persaudaraan, persahabatan antara keduanya sudah berjalan puluhan tahun, dan keduanya akan tetap menjalin tali silaturahmi.

“Kepengurusan DPP PPP tetap menjalin tali silaturahmi. Saya doakan beliau tetap sehat, dia kawan saya, kenal beliau puluhan tahun,” ujar Djan Faridz.

Djan juga menyampaikan, dia tidak menutup berbagai kemungkinan yang akan terjadi ke depan, bahkan ia menyebut, akan menerima Lulung kembali dengan tangan terbuka. “Nantinya, kalau Lulung ingin merapat dan kembali ke PPP, ya boleh dan bikin lamaran baru, jadi anggota baru lagi, ikut peraturan baru,” ujarnya.

Hari ini secara resmi PPP kubu Djan memecat Lulung dari partai termasuk sembilan kader PPP lainnya yang dipecat. “Tadi pagi dikirim SK-nya, sampai saat ini belum ada respons, dia menghilang. Selain beliau, kami juga memecat sembilan kader lainnya. Sembilan kader lainnya mengikuti jejak Lulung, yang telah menyatakan dukungan kepada pasangan calon yang berbeda dengan PPP yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat,” terang Djan.

Djan juga menyebut, pemecatan itu merupakan upaya terakhir untuk menyatukan suara, kami sudah mencoba menemui, membujuk, tapi imbauan tersebut tidak diindahkan. Akhirnya kami sepakat memecat Ketua DPW DKI (Lulung-red), termasuk anggota DPRD lainnya yang juga mengikuti jejak beliau, yang menyatakan dukungan yang tidak sepaham dengan DPP PPP. “Ini adalah tindakan terakhir kami, karena kami tidak ingin terpecah-belah, ingin satu suara,” ungkap Djan.

Sebelumnya sudah tiga kali pihaknya memberikan surat peringatan terhadap kadernya, karena respons yang diberikan tidak sesuai dengan harapan, pemecatan tidak bisa dihindari. “Mereka sudah mendapatkan surat peringatan 1, 2, dan 3, sudah juga kami undang, bujuk, ajak omong, jelaskan, tapi tidak mengikuti. Ya sudah, sekarang tinggal pemecatan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen PPP Sudarto menyebut, dari nama sepuluh kader tersebut yang dipecat, ada tiga di antaranya yang berpindah ke DPP PPP kubu Romahurmuziy (Romi). Sepuluh kader tersebut, termasuk Pak Haji Lulung.

“Selain itu, ada Riano P Ahmad, Maman Firmansyah, Samsyuddin, Belly L, Nina Lubena, Nasrullah, Helmi, Madnur, dan Iwan Jayadi. Sedangkan yang ke kubu Romi adalah Madnur, Iwan, dan Helmi,” kata Sudarto. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)