Djoko Waluyo 15/02/2014
Anggota Densus 88 yang melakukan penggerebekan terduga teroris. (DOK)
Anggota Densus 88 yang melakukan penggerebekan terduga teroris. (DOK)

POSKOTA.CO – Mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal menegaskan pondok pesantren di Indonesia bukan sarang teroris melainkan institusi penebar rahmat ke seluruh penjuru dunia.

“Pondok pesantren dianggap sarang teroris sudah lewat masanya yaitu tahun 2001-2005. Namun saat ini persepsi itu sudah kendur,” kata Dino dalam kuliah umum di Pondok Pesantren As Salam, Tuban, Jawa Timur.
Menurut Dino, anggapan orang dan pihak luar yang menyebutkan pesantren sebagai sarang teroris adalah keliru besar.

TIGA BAHASA

Dia mengatakan lagu mars pesantren As Salam yang dinyanyikan dalam tiga bahasa tidak hanya menunjukkan pesantren As Salam terbuka dengan dunia luar, tetapi juga menunjukkan keunggulan santrinya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Saya yakin jika Duta Besar Amerika dan negara negara luar diundang ke sini (pesantren As Salam) mereka akan memandang Islam sebagai rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Menurut dia, kehidupan santri As Salam jauh lebih baik dari pelajar di Amerika, terutama dalam soal disiplin. Di Ponpes As Salam menurut Dino santrinya lebih disiplin daripada pelajar di Amerika yang lebih bebas dan individualistis.

TIANG ISLAM

Dino menekankan para santri pondok pesantren harus melihat dirinya sebagai “tiang-tiang” peradaban Islam dunia yang unggul.

“Abad 21 bisa menjadi kebangkitan Islam karena ekonomi dan politik di beberapa negara Islam semakin baik setelah kejayaan Islam abad 13 masehi. Kebangkitan itu karena ada semangat perbaikan,” tegasnya.

Dalam acara tersebut juga dihadiri pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren As Salam KH Muhaimin Tamam dan ratusan santrinya. Antara-djoko

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*