harmono 13/05/2016

9kebakaranPOSKOTA.CO – Jajaran Polres Sukabumi Kota menyelidiki kasus kebakaran Pasar Pelita Kota Sukabumi, Jawa Barat yang menyebabkan puluhan lapak pedagang kaki lima dan kios hangus terbakar.

“Penyebab musibah ini masih dalam penyelidikan. Tetelah api benar-benar padam rencananya tim Labfor Polres Sukabumi Kota akan turun langsung ke titik awal api muncul untuk mencari barang bukti yang bisa dijadikan sebagai bahan penyelidikan,” kata Kepala Bagian Operasi Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim kepada Antara di Sukabumi, Kamis.

Informasi yang dihimpun, api mulai membesar dan menghanguskan lapak PKL serta kios yang berada di sekitar Pasar Pelita sekitar pukul 00.00 WIB. Walaupun sebelum kejadian sempat turun hujan, tetapi karena mayoritas pedagang di pasar tersebut menjual barang yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.

Untuk memadamkan api, petugas menurunkan 11 mobil damkar, empat unitnya diantranya berasal dari Kabupaten Sukabumi.

Api baru bisa dijinakan sekitar pukul 03.00 WIB, namun masih banyak bara api yang masih menyala.

Sulaeman mengatakan untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan pihaknya juga menurunkan sedikitnya 50 personelnya untuk mengamankan jalan proses pemadaman api.

Selain itu, untuk menetralkan lokasi musibah polisi juga memblokir beberapa akses jalan menuju tempat kejadian kebakaran.

“Hingga kini kondisi di lokasi musibah berangsur kondusif dan kami tidak menerima laporan adanya oknum yang memanfaatkan momen kebakaran ini untuk menjarah barang dagangan milik pedagang,” katanya.

Sementara, salah seorang PKL, Zaenudin mengatakan api dengan cepat membakar lapak PKL dan kios. Mudahnya api membesar karena mayoritas pedagang yang berjualan di Pasar Pelita ini menjual barang yang berbahan kain seperti seragam sekolah, pakaian, gordain dan lain-lain.

“Barang dagangan saya berhasil diselamatkan karena saat api menjalar saya dan rekan langsung mengevakuasi barang-barang yang ada di lapak,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :