POLISI SELIDIKI KASUS PEMUKULAN BERKEDOK SABUNG AYAM – Poskota.co
Wednesday, September 20

POLISI SELIDIKI KASUS PEMUKULAN BERKEDOK SABUNG AYAM

sabung ayam
sabung ayam

POSKOTA.CO – Aparat Kepolisian Buleleng, Bali menyelidiki kasus penganiayaan berkedok judi sabung ayam dengan korban bernama Putu Widnyana ,27, warga Desa Alasangker yang dipukul oleh lima orang identitasnya sudah dikantongi polisi.

“Perkelahian saat mereka melakukan sabung ayam di wilayah Banyuning, Buleleng dan sampai saat ini belum diketahui motif Widnyana sampai dianiaya,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Buleleng, AKP Agus Widarma Putra di Singaraja, Bali, Sabtu.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang ada pada kejadian tersebut peristiwa pada Kamis (28/1) sekitar pukul 14.00 wita dimana korban usai mengadu ayamnya.

“Usai mengadu ayam korban dipanggil oleh lima orang yang tidak dikenal korban untuk naik ke atas. Setelah di atas, korban malah dianiaya dengan cara dipukul, disiram menggunakan air semen dan terakhir dimasukan ke dalam kandang ayam.

Usai mendapatkan perlakuan itu, kata dia, korban memberitahukan kepada keluarganya. “Hingga akhirnya korban yang berada di kandang ayam selama dua jam baru bebas setelah pamannya bernama Ketut Artaba mendatangi lokasi tersebut dan membebaskannya,” kata dia.

Sementara paman korban, Ketut Artaba yang mendampingi korban berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secepatnya sehingga korban memperoleh keadilan hukum.

“Kenapa sampai lama hingga 15 hari? padahal korban sudah memberikan penjelasan waktu itu, ini sudah 15 hari belum ada kejelasan. Kami hanya mohon keadilan, sehingga kami datang kemari. Bagi saya, tindakan itu tidak manusiawi sampai memasukan manusia ke kandang ayam,” ujarnya.

Sementara itu, dari penuturan korban yang keponakannya, dia mengenal tiga orang pelaku dan hanya tahu namanya saja serta wajahnya masih diingat, “Itu sudah disampaikan ju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.