taher 08/07/2016
identitas pembom Mapolresta Solo
identitas pembom Mapolresta Solo

POSKOTA.CO – Mudahnya mengkafirkan orang yang tak sepaham, sehingga menyebut polisi pun kafir. Maka doktrin para teroris polisi sebagai target utamanya. Hal itu dibuktikan dalam aksi di Mapolresta Solo Jateng.

Komisaris Jenderal Tito Karnavian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan, polisi dianggap sebagai kafir, karena memerangi perbuatan mereka.

Doktrin yang dianut membuat para militan teroris menyasar polisi sebagai musuh utama. Padahal, banyak polisi yang beragama Islam, tetap saja jadi sasaran.

“Nur Rohman pelaku bom di Mapolresta Solo ini pernah ikut JAKDN (Jamaah Anshar Khilafah Daulah Nusantara), bergabung juga dengan kelompok Arif Hidayatullah di Bekasi,” kata Tito saat menghadiri open house Panglima TNI di Balai Sudirman, Tebet, Rabu, 6 Juli 2016.

Nur Rohman tak terkait langsung dengan kelompok Bahrun Naim yang merencanakan serangan ke Thamrin, Januari 2016. “Dia lebih ke serangan saat Natal dan tahun baru, tapi berhasil kita gagalkan. Delapan tertangkap, tapi cuma satu ini (Nur Rohman) yang lolos,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pun sudah memastikan Nur Rohman adalah bagian dari JAKDN. Jaringan itu, menurut Badrodin, terafiliasi dengan kelompok radikal ISIS di Timur Tengah.

Aksi Nur Rohman yang membawa bom daya ledak rendah sambil mengendarai motor matic, melukai Brigadir Bambang Adi Cahyo dari Polresta Surakarta. Bambang terluka di bagian wajah saat mencoba mencegat Nur Rohman yang menerobos masuk ke halaman polres.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :