harmono 15/05/2014

tol baratPOSKOTA.CO – Proyek pintu keluar Tol Bekasi Barat 3 mendapat sorotan. Kalangan masyarakat Kota Bekasi dan anggota dewan setempat, menuding pemerintah Kota Bekasi berjalan sendiri tanpa melibatkan unsur terkait. Bahkan tidak membicarakan protek tersebut dengan DPRD Kota Bekasi.

“Seharusnya pemkot membicarakan terlebih dahulu kepada semua stake holder termasuk DPRD. Jadi akan ada solusi bersama karena rencananya pembayaran anggaran devisit tersebut diambil dari kas APBD 2014 yang merupakan uang rakyat bekasi,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Ronny Hermawan.

Ronny menganggap, masalah deposit yang harus diserahkan pemkot kepada Jasa Marga sejumlah Rp4,3 miliar jangan menjadi masalah demi kenyamanan dan fasilitas masyarakat Kota Bekasi.

“Kami mendukung dalam akan digunakan anggaran tersebut demi warga bekasi agar cepat dibuka dan digunakan,” tambahnya.

Pemkot kata Ronny, diharapkan segera menyelesaikan dan menemukan titik temu dengan pihak Jasa Marga.”Agar Pintu Exit Tol bekasi barat 3 dapat cepat dirasakan oleh warga Kota Bekasi. Dengan adanya pintu Exit Tol barat 3 akan mengurangi kemacetan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, pintu tol exit Bekasi Barat 3 rampung dibangun. Rencananya, akan dioperasikan Desember 2013 lalu tapi terhambat hingga kini karena pihak Jasa Marga, PT Metland dan Pemerintah tidak menemukan titik temu pembiayaan deposit.

Semula Jasa Marga menunjuk pembeban deposit Rp4,2 Miliar adalah PT Metland. Tapi, pihak PT Metland menolak karena merasa sudah membiayai fisik dan semua kebutuhannya.

Deposit lalu ditujukan kepada Kementrian PU. Setelah melalui rapat dan koordinasi akhirnya tanggungjawab biaya tersebut jatuh kepada Pemerintah Kota Bekasi. Sisi lain, pemerintah Kota Bekasi pun tidak membicarakan hal-hal menyangkut exit tol Bekasi Barat 3 dengan DPRD Kota Bekasi. (nuraliem)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*