harmono 26/05/2014
Gaya seorang peselancar -dok-
Gaya seorang peselancar -dok-

POSKOTA.CO – Peselancar asal Bali, Darma Putra tampil sebagai pemenang pada kejuaraan “Banyuwangi International Surfing Competition 2014” di Pantai Pulau Merah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang berakhir Minggu.

Darma Putra menjadi yang terbaik di kategori internasional A, menyisihkan sejumlah pesaingnya seperti Black Satria, Darmayasa dan Gogo yang masing-masing berada di urutan kedua hingga keempat.

Pada laga final yang disaksikan ratusan penonton, Darma Putra melakukan sejumlah aksi menawan di atas papan selancar untuk menaklukkan ombak Pantai Pulau Merah.

“Selain itu, saya juga berhasil melakukan gerakan vertikal yang cukup sulit di atas ombak dan itu menjadi kunci kemenangan,” ucapnya, usai penyerahan piala dan hadiah lomba.

Kejuaraan selancar internasional yang berlangsung sejak Jumat (23/5) itu, diikuti sekitar 125 peselancar dari 15 negara dan 65 peserta lokal.

“Peselancar asal Indonesia tampil cukup baik, dan berhasil menyingkirkan para pesaingnya dari berbagai negara. Manuver-manuver yang dilakukan sangat menantang,” ujar salah satu juri perlombaan, I Made Sudiarta.

Sedangkan untuk kategori internasional B (kelas junior kelompok umur di bawah 17 tahun), gelar juara direbut peselancar asal Rusia, Willi Weikum, diikuti dua atlet tuan rumah, Carok Gunata dan Fathirian.

Dari kategori Nasional A, peringkat pertama hingga keempat dikuasai peselancar dari Bali, masing-masing Raju Sena, Andre Julian, Agus Julyantara, dan Riman Jayadi.

Sedangkan kategori Nasional B (di bawah 17 tahun), gelar juara menjadi milik Dian Herdiyanto (Jabar), disusul Made Tedy (Bali), Irawan D Asmoro (Yogyakarta), dan Made Kusuma (Bali).

“Tidak mengejutkan jika Raju Sena tampil sebagai juara, karena dia merupakan peselancar profesional yang pernah berlaga di kejuaraan ‘Rip Curl Grand Series’,” tambah I Made Sudiarta.

Adapun untuk perlombaan di kategori putri, peselancar asal tuan rumah Banyuwangi Dhea Natasya meraih juara pertama, dengan menyisihkan finalis lainnya, yakni Salini Rengganis (Pacitan), Tamaki Takoshi (Jepang), dan Nala Lee (Korea Selatan).

Selanjutnya pada kategori lokal Banyuwangi dimenangkan Dhani Widyanto dan Ivan Prihandoyo menjuarai kategori lokal pemula, sekaligus dinobatkan dewan juri sebagai “The Best Perform” dari semua peserta lokal.

Ketua Dewan Juri Ketut Menda menjelaskan penilaian kompetisi selancar didasarkan pada beberapa poin, seperti kecepatan, kekuatan dan keseimbangan saat meluncur di atas papan selancar.

“Juri juga melihat banyaknya manuver yang dilakukan peserta selama di air. Peserta yang perolehan nilainya tinggi rata-rata melakukan 5-6 manuver tanpa jatuh. Makin sulit gerakannya, makin tinggi nilainya,” paparnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*