harmono 14/05/2014

POSKOTA.CO – Pemerhati anak, Seto Mulyadi menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk satuan tugas perlindungan anak di tingkat RT dan RW untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap anak sejak dini.

Saran itu diberikannya dalam catatan kecil yang akan dimasukan dalam pidato Presiden dalam Gerakan Nasional Antikekerasan Seksual terhadap Anak, kata pria yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Seto dalam seminar di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

“Perlu dibentuknya satgas di tingkat RT dan RW, untuk preventif,” kata Kak Seto. Semua pihak dari lingkungan terkecil harus kompak memberikan perlindungan kepada anak, agar anak terhindar dari segala bentuk kekerasan.

Nantinya, selain mendeteksi kekerasan anak di lingkungan rumah, Satgas juga bertanggungjawab mengawasi tempat-tempat warung internet yang sering digunakan anak-anak untuk mengakses dunia maya.

Selain satgas di tingkat RT, ia mengatakan juga membutuhkan satgas di masjid-masjid. Ia pun sudah menjalin komunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia untuk langsung menerapkannya.

“Masalah ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga lingkungan,” kata dia.

Di tempat yang sama, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan masyarakat, terutama ibu-ibu resah dengan berbagai tindak kekerasan yang terjadi di seluruh Indonesia.

“Ibu-ibu sedang galau. Karena ternyata anak-anak tidak dijamin di sekolah,” kata Wali Kota.

Untuk itu, Pemkot Batam mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah untuk melindungi hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari kejahatan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*