Djoko Waluyo 19/05/2015

bibirPOSKOTA.CO – Berbagai cara dilakukan bandar dan pengedar narkoba untuk memuluskan bisnisnya. Padahal apa yang dilakukan tergolong sadis dan menyengsarakan. Khusus bagi kaum perempuan hati-hatilah memilih pria yang mengaku akan menjadi pacar atau suami.

Modus mencari teman wanita yang diawali dengan menghamburkan uang sebagai salah satu cara sindikat pengedar narkoba menjerat korban untuk dijadikan kurir.
Bahkan sindikat internasional biasanya menikahi perempuan Indonesia, untuk dijadikan istri.

“Jangan mudah terbujuk rayu para pria asing yang baru dikenalnya berjanji untuk menikahi,” kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Parulian Sinaga, mengingatkan pada kaum wanita.

Sinaga menjelaskan lebih lanjut, dengan dalih menikah dengan perempuan asal Indonesia, maka pelaku yang merupakan warga negara asing (WNA) ini bisa lebih leluasa dalam mengedarkan narkoba.

Bahkan, untuk proses transaksi seperti keperluan membuka rekening, akan lebih dimudahkan. “Si perempuan yang dipacarin atau dinikahin ini ibarat tameng pelaku. Jadi kalau ada apa-apa yang kena ya perempuan duluan,” ucap dia.

Diwartakan, seorang wanita berinisial SM berusia sekitar 20 tahun dibekuk jajaran Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat di salah satu minimarket kawasan Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (16/5/2015) karena membawa sabu seberat hampir dua ons.

SM mengaku terpaksa menjadi pengedar sabu karena diajak oleh pacarnya, H, yang seorang pria warga negara India. Selain karena diajak oleh H, SM melakukan hal tersebut karena masalah ekonomi yang menghimpitnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*