Djoko Waluyo 16/04/2014
Seorang petugas menunjukan bukti pencoblosan
Seorang petugas menunjukan bukti pencoblosan

POSKOTA.CO – Pesta Demokrasi memang tidak selamanya mulus. Di Bogor Selatan rapat pleno terbuka perhitungan suara Pemilu Legislatif 2014 yang dilaksanakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bogor Selatan, Kota Bogor, ricuh.

awalnya acara yang digelar di Kantor Kecamatan Bogor Selatan, Jalan Layung Sari III Nomor 41, berjalan lancar namun terjadi ketegangan.

Kericuhan berawal dari seseorang yang mengaku sebagai saksi dari Partai Gerindra. Padahal, sudah ada saksi dan telah mendapatkan mandat dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam.

Pimpinan rapat pleno yaitu Ketua PPK Bogor Selatan Hasan Basri bersama anggota lainnya meminta supaya persoalan itu diselesaikan dulu oleh internal parpol bersangkutan supaya tidak mengganggu jalannya rapat pleno.

” Kami minta diselesaikan dulu di internal, tanyakan kepada Ketua DPC siapa sebenarnya yang diberikan tugas untuk menjadi saksi di rapat pleno ini. Masa sampai ada 7 orang,” tegas Hasan

Saat diminta keluar ruangan oleh pimpinan rapat dan petugas kepolisian yang mengamankan jalannya rapat, saksi yang belum diketahui identitasnya itu terus saja menggerutu dengan nada tinggi.

“Bagaimana mungkin saya disuruh keluar begini, rapat ini harusnya tidak bisa berjalan tanpa adanya saksi dari kami. Kalau dituduh melakukan penipuan surat tugas ini, silakan saja laporkan saya ke polisi,” ujarnya kesal di hadapan sejumlah anggota PPK dan petugas kepolisian (hais).

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*