taher 20/05/2014

busway -tranjakartaPOSKOTA.CO – Masyarakat pengguna jasa Busway Transjakarta, merasa kecewa karena tidak bisa menikmati angkutan umum tersebut yang hanya beroperasi sampai ke daerah Cakung, Jakarta Timur. “Kami kecewa karena busway itu tidak sampai ke wilayah kami di Kota Bekasi,” kata Chotim, warga Pekayon, Bekasi Selatan.

Padahal sesuai rencananya, bus tersebut juga akan sampai ke Harapan Indah, Bekasi Utara. Jalur bis dari ruas Ujung Menteng sampai ke Bekasi juga belum dilengkapi. “Kita masih melakukan koordinasi dengan angkutan umum,” kata Sopandi Budiman, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Menurut Sopandi, sudah banyak warga yang mengharapkan pengoperasian busway. Namun pihaknya masih mempersiapkan shelter dan ada masalah dengan angkutan koasi dan mikrobus.

Hari pertama pengoperasioan Busway Pulogadung-Bekasi sempat diwarnai kemacetan di Jalan Raya Bekasi. Selain itu, armada bus juga tidak sampai ke Bekasi, namun memutar di Ujung Menteng, Jakarta Timur.
“Ya, memang memutar di Ujung Menteng karena di Bekasi belum siap,” kata Benhard Hutajulu, Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Senin (19/5).

Dari pengamatan di halte bus Transjakarta di Ujung Menteng sekitar pukul 13.00 tampak sepi. Meski, dua lajur di Jalan Raya Bekasi sangat padat. Kepadatan tampak lebih terasa karena banyaknya putaran kendaraan di jalur tersebut. Saat jam kerja lajur ini selalu tertjadi kemacetan.

“Pantesan tadi pagi lebih macet dari biasanya. Tidak ada busway saja macet, apalagi saat ini satu lajur digunakan busway,” kata Trisnawan, karyawan di Cakung. Bus yang digunakan tampak bukan bis gandeng, namun bis biasa. Bis itu memutar menggunakan areal Samsat Cakung dengan bantuan petugas.

“Masih sepi, pak. Mungkin belum banyak yang tahu,” kata Arief, petugas di Halte Ujung Menteng.
Sutrisno, satu calon penumpang, mengatakan lega karena adanya angkutan Busway tersebut. Pasalnya, selain lebih murah juga lebih nyaman dan aman dengan angkutan ini. “Tapi, kenapa di Harapan Indah khan bisa ada bis Damri Bandara, tetapi busway kenapa belum bisa,” katanya.

Kekhawatiran kemacetan di lajur ini akan semakin parah juga disampaikan sejumlah karyawan. Kemacetan biasanya terjadi akibat sempitnya lajur, serta banyaknya putaran dan kendaraan berat yang lewat di Jalan Raya Bekasi. “Tidak ada busway saja macet, apalagi karena memang lajurnya sempit,” kata Wahyu, karyawan. (nur aliem)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*