harmono 26/05/2014
Ilustrasi diculik
Ilustrasi diculik

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) telah mengantongi ciri-ciri pelaku penculikan yang terjadi pada Anggun Sri Lestari (21) pada Rabu (21/5) lalu.

“Saat ini masih dalam penyelidikan dan kita belum bisa memberitahukan siapa pelakunya. Mudah-mudahan pelaku cepat kami tangkap,” kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Sofyan Hidayat di Simpang Ampek, Minggu.

Ia mengatakan pihaknya baru memeriksa korban Anggun Sri Lestari pada Jumat ( 23/5) karena korban masih trauma sehingga pemeriksaan berjalan lambat.

Pihaknya belum bisa memastikan siapa pelakunya, karena masih dalam penyelidikan, namun Polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku? dalam kasus penculikan dimaksud.

Saat korban diambil keterangan Polisi didampingi keluarganya, begitu juga teman dekat korban? bernama Buyung, sudah lebih dulu dimintai keterangan penyidik Polres Pasaman Barat. “Mengenai apa keterangan korban belum bisa kami informasikan karena dalam proses penyelidikan,” tegasnya.

Korban ditemukan warga dalam keadaan tidak berdaya, Rabu (21/5) sekitar pukul 01.30 WIB. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsi Simpang Ampek untuk perawatan dan hingga saat ini korban mengalami trauma berat dan belum bisa ditanya lebih jauh.

Korban merupakan warga Aia Bangih Pasaman Barat dan kuliah di Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Sungai Penuh Kerinci, Jambi.

Saat ditemukan warga tepatnya di Kampung Bukit Jorong Batang Umpai Nagari Aia Gadang, korban dalam keadaan sadar namun tidak berdaya karena diikat menggunakan rantai dan mulutnya dilakban.

“Barang bukti berupa dua buah rantai warna putih, gembok pengunci, lakban dan telephone genggam (HP) sudah kita amankan. Sedangkan anting korban dan uang Rp2 juta diduga diambil pelaku” katanya.

Pihak Kepolisian saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Pihak keluarga sudah membuat laporan ke Polres dan beberapa saksi juga telah dianggil,” tegasnya.

Orang tua korban, Marsal dan Erwita kepada wartawan mengatakan sangat terkejut mendengar apa yang dialami anaknya.

Ia menyebutkan anaknya berangkat dari Sungai Penuh Kerinci pada 14 Mei 2014 hendak menuju Aia Bangih untuk pulang kampung.

Pihaknya hanya mengetahui Anggun berangkat dari rumah saudaranya Fitri di Sungai Penuh naik travel. Namun, setelah satu minggu lamanya didapat informasi anaknya ditemukan di Aia Gadang Kecamatan Pasaman.

Korban masih histeris sambil menangis dan berteriak-teriak menyebut nama seserang yang diduga sebagai pelaku.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*