PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN DI REMBANG UNTUK PERKUAT KETAHANAN EKONOMI NASIONAL – Poskota.co

PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN DI REMBANG UNTUK PERKUAT KETAHANAN EKONOMI NASIONAL

POSKOTA.CO – Sebagai langkah untuk lebih memperkuat ketahanan perekonomian nasional, keberadaan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah sangat sekali dibutuhkan. Karena, dengan keberadaan pabrik semen tersebut setidaknya akan bisa memberikan manfaat lebih bagi warga Rembang.

Gus Anis Maftuhin
Gus Anis Maftuhin

“Menurut saya pribadi, keberadaan pabrik semen di Rembang itu maslahatnya (manfaatnya) lebih besar,” kata Gus Anis Maftuhin, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Wali, Salatiga, Jawa Tengah, saat dihubungi, Minggu (15/1).

Gus Anis menuturkan, apa yang dilakukan oleh PT Semen Indonesia dengan membangun pabrik di daerah Rembang harus didukung.

“Semen Indonesia ini adalah milik BUMN. Apa yang akan dilakukan pasti untuk kepentingan ketahanan perekonomian nasional,” ujar Gus Anis.

Konsep ramah lingkungan
Saat disinggung mengenai masih adanya penolakan dari beberapa warga karena takut merusak lingkungan, Gus Anis menjawab santai. Menurutnya, sebagai bagian dari BUMN, PT Semen Indonesia tidak akan sembarang dalam membangun sebuah pabrik.

“Saya kira Semen Indonesia sudah memiliki konsep-konsep dalam menjaga lingkungan, tidak mungkin dalam membangun pabrik sebelumnya tidak ada kajiannya,” jawab Gus Anis.

Bahkan, Gus Anis meyakini Semen Indonesia akan bisa mengelola pabrik tersebut dengan baik sehingga kesejahteraan warga di Rembang bisa lebih meningkat lagi. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)