taher 17/05/2014

endePOSKOTA.CO – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur Stefanus Ratoe Oedjoe mengatakan pemerintah provinsi mendukung rencana Bupati Ende untuk mengganti nama pelabuhan Ende menjadi Pelabuhan Bung Karno.

Namun, Pemerintah Kabupaten Ende harus melaporkan rencana itu kepada Menteri Perhubungan, termasuk berkoordinasi dengan keluarga Bung Karno, sehubungan dengan penggunaan nama Bung Karno, kata Stefanus Ratoe Oedjoe, di Kupang, Sabtu (17/5/2014).

Untuk itu, pemerintah setempat meminta dukungan masyarakat atas penamaan tersebut. Ia mengatakan, dengan penamaan ini, kehadiran Bung Karno saat dibuang ke Ende periode 1934-1938, bisa selalu dikenang dan dikenal seluruh warga bangsa ini, bukan saja masyarakat Kabupaten Ende dan NTT khususnya.

“Saya akan mencanangkan nama Pelabuhan Ende menjadi Pelabuhan Bung Karno karena Bung Karno namanya sudah familiar di tengah kita. Nama Pelabuhan Bung Karno untuk mengenang beliau ketika diasingkan ke Ende,” kata Bupati Ende Marselinus YW Petu.

Apalagi ketika diasingkan, pelabuhan itulah yang merupakan tempat sandarnya kapal yang membawa Bung Karno bersama keluarganya, katanya.

Bupati mengatakan pemilihan nama Bung karno selain telah familier, jika menggunakan nama secara lengkap, akan sama dengan
nama pelabuhan yang ada di salah satu pelabuhan di Makassar yakni Pelabuhan Soekarno. Karena itu dirinya memakai nama pelabuhan Bung Karno.

“Kementerian Perhubungan yang memiliki otoritas terhadap semua pelabuhan di Indonesia sehingga pemerintah bersama DPRD Ende harus melaporkan rencana tersebut sebelum nama itu diganti karena nama Pelabuhan Ende sudah digunakan sejak dulu,” kata Stefanus Ratoe.

Artinya, boleh-boleh saja pemerintah daerah mencanangkan hal itu sebagai penghormatan terhadap Bung Karno, tetapi harus melalui beberapa tahapan dan prosedur yang harus diurus, katanya.(Antara)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*