PARTAI BERKARYA TARGETKAN MASUK TIGA BESAR PEMILU 2019 – Poskota.co

PARTAI BERKARYA TARGETKAN MASUK TIGA BESAR PEMILU 2019

POSKOTA.CO – Sekretaris Jenderal Partai Beringin Karya (Berkarya) Badaruddin Andi Picunang menargetkan partainya tembus tiga besar dalam Pemilu 2019, dan telah menyiapkan strategi politik menggaet suara hingga tingkat bawah.

Untuk meraih target tersebut, seluruh pengurus dan kader Partai Berkarya harus bekerja ekstra keras dalam membangun struktur partai dari pusat hingga daerah.

“Hingga saat ini susunan kepengurusan Partai Berkarya sudah terbentuk di 34 Provinsi dan ratusan kabupaten kota,” kata Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang, di Hotel Said Jakarta, Jumat (11/11) malam.

Badaruddin Andi Picunang (tengah, depan) saat konferensi pers di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (11/11).
Badaruddin Andi Picunang (tengah, depan) saat konferensi pers di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (11/11).

Badaruddin memastikan Desember 2016 ini susunan pengurus Partai Berkarya sudah terbentuk semua.

“Persiapan verifikasi di 34 Provinsi, 514 kabupaten/kota dan tingkat kecamatan, dalam internal lebih dikuatkan dulu, baru kita serahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum),” tandas Badaruddin.

Tak hanya itu, banyak juga masyarakat yang bergabung ke Partai Berkarya. Buktinya banyak tokoh masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif di pileg 2019.

Terkait figur Soeharto yang diusung Partai Berkarya, menurut Badaruddin, sosok dan figur penguasa Orde Baru itu ibarat matahari yang menyinari bumi.

“Banyak masyarakat yang rindu dengan sosok Soeharto, makanya kami mempersiapkan kendaraan sebagai wadah untuk mengembalikan kejayaan Pak Harto,” ungkap Badaruddin.

“Dengan pemikiran Pak Harto ini, untuk mengembalikan Indonesia menjadi ‘Macan Asia’. Swasembada pangan dan sejuta rumah untuk rakyat menjadi program utama kami,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)