Djoko Waluyo 20/02/2014

Sumur ke 3 dari sumur ke 7 yang diyakini dapat membawa berkah
Sumur ke 3 dari sumur ke 7 yang diyakini dapat membawa berkah
POSKOTA.CO – Masih banyak orang yang meyakini dengan melakukan ritual mandi atau ziarah akan meraih impian yang didambakan. Tak hanya pedagang kecil, kalangan selebritis dan tokoh masyarakat pun banyak melakkan hal itu.

Menjelang pemilihan umum April mendatang, tempat ziarah, termasuk sumur tuju (pitu) di lingkungan Makam Sunan Gunungjati di Cirebon dan sumur di rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu didatangi peziarah.

Untuk menguatkan percaya diri para calon legislative yang akan berlaga menarik simpati masyarakat mendatangi tempat tempat yang diyakini memiliki khasiat.

Makam Sukarno presiden pertama RI di Blitar Jatim, Makam Suharto presiden kedua di Matesih Solo dan Makam Sunan Gunungjati banyak didatangi calon wakil rakyat untuk meminta berkah dan restunya.

Para calon anggota legislatif mendatangi tempat yang dianggap keramat diantaranya untuk mencuci kaki, tabor bunga dan berdoa.
Cara itu juga diyakini bisa membuka aura, para caleg juga memohon diberi berkah keberhasilan. “Tiap hari ada saja calon pejabat yang mandi disini,” ungkap Tarma, kuncen di Makam Gunungjati Cirebon.

Hal senada juga diungkapkan Dicki Saputra, penjaga rumah Bung Karno, di Bengkulu. Menurut cerita yang berkembang, kata Dicki, jika seseorang mencuci muka dengan air dari sumur tersebut, akan diberikan berkah dan rasa percaya diri.

Tidak hanya kalangan politisi, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) beberapa waktu lalu para menteri, gubernur, bahkan duta besar yang berkunjung juga melakukan hal yang sama.

“Bung Karno itu seorang negarawan yang berkarisma. Wajar jika orang percaya bahwa sumur yang digunakannya berkhasiat,” tutur Dicki.
Dalam masa pengasingan di Bengkulu, Bung Karno tinggal di rumah tersebut pada 1938 hingga 1942. Di rumah ini juga Proklamator Indonesia tersebut bertemu untuk pertama kali dengan istrinya, Fatmawati.

Kisah cinta keduanya tumbuh dan berkembang dalam masa itu dan Bung Karno sang seniman mendirikan sanggar kesenian yang diberi nama Monte Carlo bersama rekan seperjuangannya di Bengkulu.

Melalui sanggar ini, Bung Karno dan Fatmawati menjalin kisah asmara yang banyak dilakoni dalam pementasan drama musikal. djoko

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*