NGAKU PNS KAKEK NIPU PEDAGANG – Poskota.co

NGAKU PNS KAKEK NIPU PEDAGANG

POSKOTA.CO19pns – Kepolisian Sektor Mampang Jaksel menggelandang Nazarudin alias Yanto,60, karena nekat menipu para pedagang, dengan berpura-pura menjadi PNS dari Dinas Kebersihan.

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Priyo mengatakan, kakek tersebut sudah menjalankan aksinya selama setahun dengan meminta retribusi dari para pedagang yang berjualan.

“Modus yang digunakan tersangka mengaku sebagai PNS dari Dinas Kebersihan dan menarik retribusi sebagai uang kebersihan kepada para pedagang,” ujar Kompol Priyo di Mapolsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (18/2/2016).

Sementara itu, menurut pengakuan dari tersangka yang diketahui berprofesi sebagai tukang ojek itu, dirinya terpaksa melakukan perbuatannya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya nagih sekalian ngojek, uangnya cuma buat beli beras seliter, dua liter, buat makan sehari-hari, paling dapat Rp30 ribu,” ujar Yanto.

Atas perbuatannya, tersangka harus meringkuk ditahanan Polsek Mampang dan dikenakan Pasal 378 KUHPidana Tentang Penipuan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.