NGAKU MENSESNEG TIPU SEJUMLAH PEJABAT – Poskota.co

NGAKU MENSESNEG TIPU SEJUMLAH PEJABAT

M1POSKOTA.CO – Komplotan penipu korbannya sejumlah pejabat digulung aparat kepolisian Polda Metro Jaya. Modusnya mengaku Mensesneg Pratikno menjanjikan jabatan di instansi. Sejumlah korban sempat menyerahkan uang.

Ketiga pelaku ternyata sindikat yang sudah sering melakukan kejahatan modus serupa. Ketiganya ditangkap di tempat terpisah:
o. Icsan,45,
o. Suratno,50,
o. Aria Bima,34,

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan menjelaskan,para pelaku mengaku sebagai Mensesneg dan menjanjikan jabatan kepada sejumlah korban. Korban kemudian diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening dengan nama pejabat yang ternyata palsu.M2

Tersangka Suratno berperan sebagai pengambil uang hasil kejahatan di ATM dan mendapat keuntungan sebesar 5-10 persen. Sementara tersangka Dera membuat rekening penampungan dengan KTP palsu dan mendapat fee sebesar 5-10 persen.

“Otaknya Ichsan, dia yang menghubungi sejumlah calon korban yang akan ditipu,” tambah AKBP Herry.

Ketiga pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Dari para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti KTP palsu, buku tabungan palsu berikut ATM, buku daftar nama pejabat, telepon genggam dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.