taher 17/09/2015

Sapi-QurbanPOSKOTA.CO – Awas…penipuan menjelang Hari Raya Idul Adha, korbannya penjual hewan kurban, baru-baru ini. Di Bekasi, salah seorang pedagang hewan kurban mengalami kerugian hingga Rp194 juta, karena ditipu seorang pria yang mengaku haji.

Zaidin dengan langkah gontai, melaporkan kasus penipuan itu ke Polsek Bekasi Utara. Peristiwa yang dialami penjual hewan korban, terjadi pada Jumat 11 September 2015. Dimana kala itu pelaku mengaku bernama Haji Hadi Toyo datang ke lapak jualannya di Jalan Harapan Jaya, RT 7/3, Bekasi Utara, mau memborong sapi milik korban sebanyak 12 ekor.

Dari ke 12 sapi tersebut disepakati harga Rp 202 juta. Sebagai tanda jadi pelaku memberinya uang
Rp 8 juta, lalu ke 12 sapi diminta diantar ke sebuah tanah kosong di wilayah Rawa Banteng, Cibuntu, Cibitung.

Pria yang mengaku haji tersebut sesuai perjanjian pun datang membawa sapi-sapi itu dengan sebuah truk. Sampai di lokasi ternyata pelaku sudah ada kandang kosong, yang didirikan di sebuah tanah lapang.

“Saya pun menurunkan sapi-sapi itu dengan dua anak buah saya ke dalam kandang. Selesai itu, kami disuruh untuk memakan sejumlah cemilan dan kopi hidangan,” tuturnya.

Berharap uang yang bakal diterimanya segera dibayar, kata Umar, pelaku malah mengajaknya keluar bersama-sama rekannya untuk pergi ke wilayah Pasar Tambun dengan alasan untuk ambil uang sisa pembayaran.

“Alasan dia (pelaku), uang sisanya ada disebuah yayasan dan dia pun menyuruh kami menunggu dirinya di situ,” katanya.

Lama menunggu pelaku tak kunjung datang, pria yang mengaku baru pertama kali berjualan hewan kurban sapi asal Bima ini pun bimbang dan memilih kembali ke kandang tempat dirinya membawa sapinya.

Sampai di sana pun korban terkejut dan mulai menyadari menjadi korban kejahatan. Pasalnya, sapi-sapi miliknya sudah tidak ada di kandang. Bahkan dirinya, tahu kandang yang dibuat pelaku itu tak ada izin dari siapapun karena dia sempat menanyakan kepada warga setempat.

“Warga malah kaget atas kejadian yang menimpa saya. Warga malah bilang enggak tahu juga kandang milik siapa, enggak ada izin RT/RW,” ujarnya.

Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Mugiyono membenarkan terjadinya laporan kasus itu. Kini jajaran Polsek Bekasi Utara masih penyelidikan guna menangkap pelakunya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*