MOHAMMAD SALEH GANTIKAN IMRAN GUSMAN – Poskota.co
Saturday, September 23

MOHAMMAD SALEH GANTIKAN IMRAN GUSMAN

POSKOTA.CO – Anggota dewan asal Bengkulu, Mohammad Saleh, terpilih menjadi ketua DPD RI menggantikan Irman Gusman yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan kini ditahan KPK.

Dalam pemilihan, Mohammad Saleh berhasil meraup suara terbanyak pada dua kali pemilhan yang diikutinya yakni, 61 suara, dengan mengalahkan dua pesaingnya, Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Farouk Muhammad.

”Bagi saya ini adalah amanah yang sangat berat. Hampir separuh kawan-kawan mengamanatkan kepada saya,” tutur Mohammad Saleh di ruang rapat di sela pemilihan ketua DPD yang baru.

”Jabatan ini sebagai amanah yang berat sekali,” sambungnya sambil berjalan.

Mohammad Saleh
Mohammad Saleh

Proses pemilihan berlangsung lancar dan relatif tidak ada interupsi seperti menjelang pemilihan tahap pertama saat memilih calon pimpinan DPD RI dari Indonesia barat.

Berdasarkan tata tertib DPD RI, setiap anggota DPD berhak memilih satu nama calon ketua dengan cara melingkari salah satu di antara tiga nama calon.

Pemilihan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara secara tertutup. Panitia pemilihan memanggil nama anggota satu per satu untuk mengambil surat suara, melingkari satu nama pilihannya dalam bilik suara, dan kemudian memasukkannya dalam kotak suara.

Pada pemilihan tahap kedua untuk memilih ketua DPD RI pengganti Irman Gusman dipimpin oleh senator DPD tertua, Maimanah Umar kelahiran 1937, dan didampingi senator termuda Riri Damayanti kelahiran tahun 1990. Meski usianya sudah 79 tahun tapi perempuan lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif itu mampu memimpin sidang hingga pemilihan selesai di Ruang Nusantara V Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10) malam.

Di luar dugaan Mohammad Saleh mengalahkan dua Wakil Ketua DPD RI, yakni Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang meraih 31 suara serta Farouk Mohammad yang memperoleh 23 suara dari 116 pemilih anggota DPD RI.

Pada penghitungan suara yang langsung lancar, Mohammad Saleh terpilih sebagai Ketua DPD RI dengan memperoleh 61 suara.

Sebelumnya, pada pemilihan tahap pertama, yakni pimpinan DPD RI dari Indonesia barat, Mohammad Saleh di luar dugaan meraih suara tertinggi, yakni 59 suara dari total 117 suara.Pada pemilihan tahap pertama tersebut, Mohammad Saleh sudah mengungguli 10 calon pimpinan lainnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.