MEREKA YANG MENOLAK PABRIK SEMEN BUKAN WARGA REMBANG – Poskota.co

MEREKA YANG MENOLAK PABRIK SEMEN BUKAN WARGA REMBANG

POSKOTA.CO – “Mereka yang menolak pabrik semen bukan asli warga Rembang, justru kami yang berdekatan dengan lokasi pabrik meminta segera dibangun,” kata Sarki, salah seorang perwakilan warga Rembang yang datang ke DPR-RI mengadukan pada Ketua DPR, Setya Novanto, belum lama ini.

Puluhan warga Rembang datang ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berkeluh kesah terkait pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah yang terus diganjal berbagai pihak. Kedatangan puluhan warga Rembang ini untuk mengadu secara langsung kepada Ketua DPR RI Setya Novanto.

“Kami yakin adanya pabrik semen bisa membawa manfaat untuk kesejahteraan desa kami. Makanya kami datang ke sini untuk meminta dukungan dari DPR agar bisa memperjuangkan aspirasi kami,” ujar salah satu perwakilan warga Rembang, Sarki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1) kemarin.

Puluhan warga Rembang yang hadir itu datang dari lima desa yang berbatasan langsung dengan lokasi pabrik, yakni Desa Timbrangan, Tegaldowo, Kadiwono, Pasucen dan Kajar. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua DPR Setya Novanto dan perwakilan Komisi VI DPR.

Sarki menjelaskan bahwa masyarakat Rembang, khususnya yang tinggal langsung di kawasan Ring 1, tidak pernah menolak kehadiran pabrik semen di daerahnya. Justru, kata dia masyarakat Rembang sangat berharap agar pabrik semen bisa sesegera mungkin beroperasi agar semakin cepat menimbulkan dampak lanjutan, terhadap perekonomian dan kesejahteraan warga.

Beri Manfaat

Sementara itu, Ketua DPR RI Setya Novanto mengatakan bahwa pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah selayaknya tetap berlanjut. Kehadiran pabrik semen itu diyakini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan warga sekitarnya.

“Supaya tetap berjalan supaya masyarakat di sana tidak rugi,” kata Novanto saat menerima belasan perwakilan warga Rembang yang menyampaikan aspirasinya.

Apalagi, lanjut Novanto, pembangunan pabrik semen tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan produksi salah satu kompenen pembangunan fisik di negeri ini. Menuru dia, dengan semakin besar jumlah produksi diharapkan harga semen semakin murah bagi rakyat.

“Baik bagi pemerintah maupun masyarakat supaya ini bisa memberi manfaat bagi pembangunan, dan harga di pasar menjadi lebih murah,” ucap Novanto.

Terkait persoalan Amdal yang masih diperdebatkan, Novanto berharap ada jalan keluar yang tidak mengganggu kepentingan semua pihak terutama masyarakat sekitar. Sebab, jika pembangunan terhenti tentu rakyat yang telah merasakan manfaat kehadiran pabrik tersebut akan terganggu.

“Kita akan sarankan Gubernurnya menjadi jalan keluar. Aturan hukum tetap berjalan dan produksi tetap juga bisa berjalan,” tutur Ketum Partai Golkar ini seraya menambahkan bahwa Komisi VI DPR sudah melakukan kunjungan kerja di lokasi pabrik semen tersebut.

“Kalau saya baca ini produksinya 3 juta ton per tahun. Ini berguna untuk memenuhi produksi di pulau Jawa. Kita akan perjuangkan supaya pabrik ini bisa berjalan, proses tetap berjalan,” tutupnya. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)