Djoko Waluyo 14/02/2014
Nyamannya Food Court terapung
Nyamannya Food Court terapung

POSKOTA.CO– Ingin berwisata dengan komunitas? Dengan keluarga? Atau dengan orang tercinta? Kesebuah tujuan wisata yang berbeda dan mengesankan, dan tidak dengan bujet tinggi? Kenapa tidak ke Floating Market lembang (FML) saja?
FML adalah tujuan wisata one stop entertainment.

Sangat lengkap. Apalagi bagi yang mimpi bisa ke pasar terapung di Damnoen Saduak di Ratchaburi Tahiland, atau ke Muara Kuin Banjarmasin, dan belum terlaksana, mengapa tidak ke FML saja?

Sesuai dengan namanya, floating market, tempat yang berada di Lembang ini menyajikan wisata terapung, dengan kondisi dan suasana alami. Memasuki area wisata ini, dan menginjakkan kaki di rumah joglo yang sekaligus pintu utama FML, pengunjung langsung dihadapkan danau indah dan subur yang dikelilingi bukit-bukit menghijau.

Disalah satu bukit yang mengepungnya, tampak teropong Boscha, bulatan putih botak berdiri kokoh. Hawa sejuk nan bersih yang menyergap pengunjung membuat suasana rekreasi diawali dengan kesan yang nyaman dan indah.

Menurut sang pemilik, Perry Tristianto, yang dikenal sebagai ‘Raja Factory Outlet’ yang juga bos The Big Price Cut Group, konsep yang diusung sebenarnya sederhana.

Ia ingin membuat food court yang beda dari yang lain. “Saya belum pernah ke pasar terapung di Banjarmasin atau Thailand, yang terkenal dengan pasar terapungnya itu, tapi kan banyak foto-fotonya yang bisa jadi inspirasi,” tutur Perry, pengusaha yang dikenal identik dengan wisata kuliner ini.

FML terhampar di atas tanah seluas 7,2 hektar. Sungguh sangat luas luas, karena itu tujuan wisata ini cocok bagi yang suka jalan kaki, memutari FML sambil menghirup udara bersih dan sejuk, akan sangat membantu kesehatan.

Track jalan kakinya juga dibuat sebaik mungkin, bahkan nyaman untuk kereta dorong bayi atau kereta dorong untuk manula.

Fasilitas yang disediakan cukup lengkap untuk tujuan wisata keluarga. Selain pasar terapung itu sendiri, ada arena berbagai mainan yang benuansa adventure, mulai flying fox dan ATV dan lain sebagainya.

Bagi yang capai jalan-jalan, tersedia refleksi terapung. Dan bagi yang hendak menunaikan ibadah sholat lima waktu, tersedia banyak mushola, termasuk mushola terapung.

Tersedia juga wisata flota fauna. Bagi anak-anak, ada tempat bermain dengan kelinci sambil memberi makan. Juga ada arena memberi makan ikan dan angsa, jadi nuansa mengenalkan anak pada alam sangat kuat di FML. Juga ada yang bernuansa pendidikan tanaman, kebun strawberi, buah-buahan.

Di FML juga ada Kampung Leuit, merupakan miniatur desa dengan lumbung-lumbung yang menghiasinya. Ada lumbung yang dipenuhi jagung segala. Ada baling-baling raksasa yang biasa ditemui di sawah-sawah di desa.

FML dulunya hanya sebuah danau bernama Situ Umar, nama Umar karena situ itu dimiliki Pak Umar, sebelum dimiliki Perry Tristianto.

Ditangan pengusaha yang dikenal bertangan dingin ini, kini Situ Umar disulap menjadi sebuah taman wisata yang indah, cantik dan fantastis.

Kini di situ Umar ada food court terapung. Semua makanan disana dijual di atas perahu yang terapung di danau. Ada jagung bakar, durian bakar, ketan bakar, sosis, tut tut, tahu susu Lembang, serabi, gudeg, tempe mendoan, jagung bakar, colenak, dan jenis makanan lainnya.

Pokoknya banyak makanan tradisional yang kini sulit ditemui di FML. Bagi yang suka makanan masa kini, ada di Rock Pool, dekat Taman Fosil atau The Rock. Disana berbagai makanan western, oriental, hingga masakan Eropa dapat dipesan.

Makanan dapat disantap sambil menghadap danau yang luas dan bening. Bagi yang suka belanja pakaian, di FML juga ada Factory Outlet, mulai dari pakaian dewasa pria sampai pakaian anak-anak, dan berbagai souvenir khas FML.

Bahkan ada galery lukisan yang dapat dibeli, atau sablon kaos yang langsung dibuat di tempat dengan gambar Anda selama ada di FML.

Di FML transaski uang tidak laku. Karena di area wisata ini memiliki mata uang sendiri, yaitu berupa koin. Pengunjung harus menukarkan terlebih dahulu uangnya dengan koin yang sudah disediakan tempatnya.

Mulai pecahan Rp.5.000,- sampai Rp. 1000 ribu. Dianjurkan beli secukupnya saja, nanti kalau kurang baru membeli lagi, karena kelebihan koin tak bisa dikembalikan. Namun banyak yang kelebihan koin dibawa pulang sebagai kenangan.

Sewaktu baru dibuka Desember 2012 lalu, FML hanya buka week end saja. Tapi karena banyaknya permintaan agar buka tiap hari, maka sekarang FML bukan seminggu penuh, tanpa ada liburnya. Buka mulai pukul 09.00-17.00 WIB, khusus week end sampai jam 18.00 WIB. Harga tiket masuk cukup murah hanya Rp10 ribu, dan dapat ditukar dengan welcome drink di pintu masuk. Sementara harga makanan didalam dimulai dari Rp. 10.000,-

Letak FML juga tidak sulit dicari. Berada di Jalan Grand Hotel No. 33 E, Lembang, Bandung Barat. Kalau dari Bandung naik dulu kearah Lembang, cari Pasar Lembang, sampai akhirnya ketemu jalan menuju balik ke Bandung, disana bisa tanya Floating Market Lembang atau Situ Umar, banyak yang tahu. Untuk info lebih lengkap di facebook ketika Floating Market Lembang.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*