MENHAM RYAMIZARD RYACUDU: JANGAN MAIN POKEMON GO DI WILAYAH STERIL – Poskota.co
Wednesday, September 20

MENHAM RYAMIZARD RYACUDU: JANGAN MAIN POKEMON GO DI WILAYAH STERIL

POSKOTA.CO – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku belum pernah memainkan langsung permainan ‘Pokemon Go’ yang kini sedang marak di masyarakat.

“Saya baru tahu kemarin (dari media-red), sampai ada perempuan yang masuk ke kamar mandi laki-laki, nggak sopan itu,” ujar Ryamizard kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Senin (18/7).

Dengan aplikasi tersebut, seseorang bisa mengejar animasi Pokemon di dunia nyata melalui perangkat telepon pintar.Saat melakukannya, sang pemain juga merekam gambar lingkungan di mana pengejaran Pokemon dilakukan.

Apakah aplikasi tersebut berbahaya, karena bisa memberikan gambaran detail soal wilayah vital di Indonesia?

Menurut Ryamizard, kekhawatiran tersebut bisa saja benar.

Dia percaya, dengan kemajuan teknologi saat ini, proses pengumpulan data tidak hanya dilakukan melalui intelijen manusia.

Purnawirawan Jenderal TNI AD itu mengatakan, pengumpulan data saat ini juga bisa dilakukan dengan cara membajak jaringan komunikasi. “Kita bicara, apa dari jarak lima puluh meter bisa terdengar, dulu harus pakai penyadap, sekarang tidak lagi,” ujar Ryamizard.

Menhan ini mengimbau, agar permainan terebut tidak dilakukan di wilayah-wilayah vital, yang memang sudah dilarang untuk tidak boleh diambil gambarnya, seperti wilayah steril di Istana Negara, kawasan militer hingga sebagian wilayah bandara.

Soal kekhawatiran aplikasi tersebut bisa menyedot data strategis, hingga kini belum bisa dikonfirmasi. Namun Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengakui, pihaknya tengah mendalami hal tersebut.

Mengganggu Anak Muda
Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla menepis anggapan permainan Pokemon Go yang tengah digandrungi banyak orang, dapat mengganggu keamanan negara. Namun menurut JK, Pokemon Go mengganggu anak muda.

Permainan buatan Nintendo dianggap JK memiliki sisi positif agar anak-anak dapat mengenal lingkungan daripada harus bermain gadget seharian di rumah. Tapi ada efek sampingnya. “Bagaimana kalau di seluruh dunia menjadi tren? Saya kira (spionese lewat Pokemon Go) itu berlebihan seperti itu. Sekarang dengan IT itu semua mudahlah. Saya kira bukan mengganggu keamanan negara, tetapi mengganggu anak muda. Tapi ada bagusnya juga, kalua selama ini anak-anak itu sibuk gadgetnya di kamar sekarang di alam terbuka, lebih sehat,” ujar JK kepada wartawan usai memberi kuliah umum di IPDN, Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/7).

Karena Pokemon Go tengah digandrungi, pemerintah daerah harus memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak pembuatan taman atau memaksimalkan lokasi-lokasi tertentu. “Konsekuensinya, pemerintah harus siapkan banyak taman,” ujarnya.

Terkait dengan Pokemon Go, Pemprov DKI melalui Jakarta Smart City sudah lebih dulu mengajak warga DKI untuk berkunjung ke Balai Kota dan Monas sambil berburu Pokemon. “Bagi Anda yang ingin berburu Pokemon, banyak Pokestop dan Pokegym di antara kedua tempat wisata itu,” tulis Jakarta Smart City di laman Facebook-nya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.