Djoko Waluyo 29/06/2015

terbit mediasiPOSKOTA.CO – Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan PT Astri Cahaya Gemilang selaku penerbit Harian Terbit terhadap 12 wartawannya, memasuki sidang mediasi. Sayangnya, dalam sidang perdana yang digelar di kantor Sudin Nakertrans Jakarta Barat, Senin (29/6/2015), para petinggi surat kabar siang tersebut tak ada yang hadir.

“Mereka tak ada yang hadir seorang pun tanpa keterangan,” kata Koordinator Forum Wartawan dan Karyawan Harian Terbit (FKWHT) Hasanuddin selaku perwakilan dari wartawan yang di-PHK di kantor Sudin Nakertrans Jakarta Barat, Senin (29/6/2015). Menurut Hasanuddin, sedianya sidang mediasi dijadwalkan pukul 13.00 wib, namun hingga pukul 14.15 wib, pihak perusahaan tak ada juga yang datang.

Meski tak dihadiri pihak perusahaan, sidang mediasi pertama itu tetap dilangsungkan dengan dipimpin Hotma Sitompul dari Sudin Nakertrans Jakarta Barat. Sidang mediasi kedua dijadwalkan akan dilakukan pada Kamis (2/7/2015).

Sebagaimana diwartakan, berdalih efisiensi karena perusahaan mengalami defisit keuangan, sebanyak 12 wartawan dan karyawan Harian Terbit di-PHK secara sepihak oleh PT ACG pada 28 Mei 2015 silam.

Efisiensi tersebut sebagai dampak dari dibongkarnya kasus korupsi UPS di Pemprov DKI Jakarta oleh Bareskrim Polri dengan tersangka Alex Usman, mantan Kasis Sarpras Dikmen Jakarta Barat. Alex Usman diketahui sebagai pemilik dari Harian Terbit sejak Januari 2014. Alex Usman sendiri sejak 1 Mei 2015 mendekam di tahanan Bareskrim Polri. **

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*