Djoko Waluyo 22/04/2014
Seorang simpatisan PDIP Perjuangan memasang foto Jokowi di sebuah rumah yang dijadikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden di Tajinan, Malang, Jawa Timur
Seorang simpatisan PDIP Perjuangan memasang foto Jokowi di sebuah rumah yang dijadikan posko pemenangan Jokowi sebagai Presiden di Tajinan, Malang, Jawa Timur

POSKOTA.CO – Joko Widodo, Capres PDI Perjuangan mengaku tak gentar diancam aksi demonstrasi. “Ben wae (biar aja) demo. Saya ini sudah biasa menghadapi demo seperti itu, sudah ndak takut,” ujar Jokowi usai meresmikan Rumah Koalisi Indonesia Hebat di Jalan Mangunsarkoro nomor 69, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2014) malam.

Dia kan warga saya. Saya sudah biasa menemui para pengunjuk rasa yang menolak pencapresanya. “Mau 3 ribu, mau 10 ribu jumlahnya semua saya hadapi, saya ndak takut, lah wong sudah biasa seperti itu,” kata dia lugu.

Jokowi pun mengaku tak percaya dengan argumen para pendemo dirinya yang rata-rata mengatakan kalau mayoritas warga Jakarta tidak menyetujui pencapresan dirinya. Pasalnya, bila warga Jakarta tak setuju, semestinya PDI Perjuangan memperoleh suara yang rendah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.

“Logikanya begini saja, kalau masyarakat Jakarta tidak setuju Jokowi presiden, mestinya PDI Perjuangan di Jakarta kalah total. Tapi kenyataanya justru PDI Perjuangan menang 300 persen,” katanya.

Mantan walikota Solo itu mengaku dirinya tidak ragu untuk tetap maju sebagai capres. “Maju terus, kalau PDIP dari 11 persen jadi 5 persen baru masyarakat Jakarta tidak (setuju). Ini naik 300 persen. Gimana dibilang warga Jakarta tak setuju?! Logikanya kan seperti itu,” kata Jokowi.

Puluhan warga DKI Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Penduduk Jakarta (APJ) berunjuk rasa di depan Balaikota DKI. Mereka bermaksud mengingatkan Jokowi agar tak melupakan janji-janji kepada warga DKI, terkait pencapresannya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*