Djoko Waluyo 21/05/2014
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Adril Datuak Bandaro Kuniang ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat terkait kasus dugaan korupsi biaya perjalanan dinas di Bagian Umum Sekretariat 2009.

“Hari ini (Selasa), tersangka kami tahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Muara Padang,” kata Ketua Koordinator Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumbar Eri PM, Selasa.

Penahanan tersangka, lanjutnya, sesuai dengan Surat Perintah Penahanan dengan nomor Print-134/N.3.25/Ft.1/05/2014. Selain penahanan, berkas kasus tersangka juga telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diproses sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumbar Dwi Samudji, menjelaskan, penahanan tersangka itu dilakukan pihak Kejaksaan untuk mempermudah proses penuntutan di JPU, hingga proses persidangan.

Ia juga menceritakan saat dilakukan penahan tersangka hanya pasrah tanpa melakukan apa-apa. Sebelum tersangka diantar ke Lapas Kelas II A Muara Padang, pihak Kejaksaan juga melakukan pemeriksaan kesehatan tersangka terlebih dulu.

Menurut Dwi, hal itu dilakukan untuk memberikan hak kepada tersangka, sehingga saat ditahan tersangka tidak berada dalam keadaan sakit.

“Setelah hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang keluar, yang menyatakan tersangka dalam keadaan sehat, tersangka langsung dibawa ke LP,” ujarnya.

Lebih lanjut Dwi Samudji menjelaskan terjeratnya tersangka Adril yang merupakan mantan Sekkab Solok Selatan itu berawal dari laporan yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Kayu Aro, Kabupaten Solok Selatan. Laporan tersebut terkait dugaan perjalanan dinas fiktif.

Setelah dilakukan pemrosesan oleh penyidik Kejari, laporan tersebut ternyata diperkuat dengan ditemukannya beberapa Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang fiktif di tubuh Sekretariat daerah itu.

Tersangka menyetujui beberapa pengeluaran kas daerah dengan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) belanja perjalanan dinas, namun tidak dapat dibuktikan dengan valid atau benar.

Akibat perbuatan yang dilakukan tersangka itu, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp1,5 miliar, yang dipakai tersangka untuk kepentingan pribadi.

Dwi Samudji juga menceritakan selain mantan sekda tersebut masih terdapat satu tersangka lainnya, yang juga merupakan PNS di Pemkab Solsel.

“Ada satu tersangka lainnya yang diduga melakukan korupsi bersama tersangka Adril, namun tersangka itu telah tiga kali mangkir dari pemanggilan yang dilakukan oleh penyidik,” katanya.

Meskipun demikian, lanjutnya, ia tidak dapat menyebutkan identitas tersangka tersebut, demi kepentingan penyidikan.

Tersangka Adril, saat berada di Kejati Sumbar Jalan Raden Saleh, Padang, sebelum diberangkatkan ke Lapas tidak berkomentar.

Usai keluar dari kantor Kejati, ia langsung berjalan menuju mobil jaksa, sambil menelepon.

Perbuatan tersangka Adril dijerat dengan pidana karena melanggar pasal 2 ayat (1), pasal (3), jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*