MAKAN DADA AYAM HAMPIR BUNUH AKTOR MATT DAMON – Poskota.co

MAKAN DADA AYAM HAMPIR BUNUH AKTOR MATT DAMON

POSKOTA.CO – Aktor harus memberikan totalitas untuk memerankan suatu karakter. Begitu juga yang dilakukan Matt Damon dengan suka rela hanya makan dada ayam setiap hari demi peran di ‘Courage Under Fire’.

Selama wawancara dengan Reddit AMA, pemeran film ‘The Martian’ ini mengaku hal paling menantang dalam film justru saat dia harus melakukan penurunan berat badan. Demi sebuah peran, bobotnya harus susut hingga 63 kg yang awalnya kira-kira 86 kg.

Rahasia dari penurunan berat badan drastis itu diklaim aktor bernama lengkap Matthew Paige Damon ini dengan cara memakan dada ayam dan berjalan kali sepanjang 21 km setiap hari. Setiap hari dia menyiapkan sendiri dada ayam tanpa kulit yang dipanggang.

“Bagian yang sulit adalah diet, yang aku makan hanya dada ayam. Ini tidak seperti saya memiliki seorang koki atau apa, saya hanya membuat itu dan melakukan apa yang saya pikir saya harus melakukan,” kata pemeran film ‘Good Will Hunting’, seperti dikutip dari laman Bravo TV, Selasa (26/7).

Setelah diet tinggi protein dan rendah lemak itu yang membuat lemak di tubuhnya menghilang seketika, tapi juga meningkatkan komposisi tubuh. Tapi, dengan cara itu pria kelahiran Incirlik Air Base, Turki ini kehilangan nutrisi yang penting untuk tubuh.

Kegiatan diet itu tidak terus-terusan dilakukan, suami dari Luciana Bozan Barros ini harus menghabiskan waktu dengan minum obat dan konsultasi selepas diet dada ayam tersebut. Hal itu untuk memperbaiki kelenjar adrenal yang rusak.

Dokter juga menyatakan, jika terus melakukan diet tersebut dan terserang stres, maka kerusakan permanen pada jantung bisa saja membunuhnya seketika. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - Sebanyak delapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggugat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terkait aturan mengundurkan diri saat mencalonkan diri sebagai pejabat publik di Mahkamah konstitusi. Kedelapan PNS tersebut: o. Dr Rahman Hadi MSi, o. Dr Genius Umar S Sos MSi, o. Empi Muslion AP SSos MT MSc, o. Rahmat Hollyson Maiza MAP, o. Dr Muhadam Labolo, o. Dr Muhammad Mulyadi AP MSi, o. Sanherif S. o. Hutagaol S.Sos MSi, o. Dr Sri Sundari SH MM, Menurutnya Pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) UU Aparatur Sipil Negara merupakan bentuk perlakuan diskriminatif sekaligus mengamputasi hak konstitusional PNS selaku warga negara. "Memang kami akui bahwa tujuan undang-undang tersebut sangat mulia menjadikan PNS sebagai sosok berintegritas, profesional, bebas KKN, namun yang kami sayangkan adalah adanya ketentuan norma yang diskriminatif menjegal eksistensi PNS untuk berbuat lebih jauh lagi untuk bangsa dan negara ini," salah satu pemohon, Rahman Hadi, saat membacakan permohonannya dalam sidang di MK Jakarta, Senin. Menurut Rahman, UU Aparatur Sipil Negara bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28 D ayat (3) UUD 1945. Pasal 27 menyebutkan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Sementara pasal 28D ayat (3) berbunyi setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Rahman juga menyoroti ketidakkonsistenan penerapan pasal 119 dan Pasal 123 ayat (3) terhadap Pasal 121 yang menyatakan pegawai Aparatur Sipil Negara dapat menjadi pejabat negara. Sedangkan Pasal 122 menyatakan pejabat negara sebagaimana dimaksud Pasal 121 jika dikaitkan dengan Pasal 123 ayat (1) berbunyi jika pegawai Aparatur Sipil Negara yang diangkat menjadi pejabat negara pada pimpinan dan anggota MK, BPK, KY, KPK, menteri dan dubes, maka pegawai ASN diberhentikan sementara dari jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS.