Djoko Waluyo 21/05/2014

21dilakban aPOSKOTA.CO – Anggun Sri Lestari,21, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Sungai Penuh Kabupaten Kerinci, Jambi asal Kab. Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan tak berdaya dengan mulut dilakban, tangan, kaki dirantai di pinggir jalan dekat Nagari Aia Gadang Pasaman Barat, Rabu.

Korban ditemukan warga dalam keadaan tidak berdaya, Rabu (21/5) sekitar pukul 01.30 WIB. langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsi Simpang Ampek untuk perawatan dan hingga saat ini korban mengalami trauma berat dan belum bisa ditanya lebih jauh.

“Memang benar saat ini korban dirawat di RSI Yarsi Simpang Ampek. Kami belum bisa mengambil keterangan lengkap karena korban mengalami trauma berat,” kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, AKBP Sofyan Hidayat.

Ia mengatakan korban merupakan warga Aia Bangih Pasaman Barat dan kuliah di Stikes Sungai Penuh Kerinci.

Saat ditemukan warga tepatnya di Kampung Bukit Jorong Batang Umpai Nagari Aia Gadang, korban dalam keadaan sadar namun tidak berdaya karena diikat menggunakan rantai dan mulutnya dilakban.

“Barang bukti berupa dua buah rantai warna putih, gembok pengunci, lakban dan telephone genggam (HP) sudah kami amankan. Sedangkan anting korban dan uang Rp2 juta diduga diambil pelaku” katanya.

Pihak Kepolisian saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Orang tua korban, Marsal dan Erwita kepada wartawan mengatakan sangat terkejut mendengar apa yang dialami anaknya.

Ia menjelaskan anaknya berangkat dari Sungai Penuh Kerinci pada 14 Mei 2014 hendak menuju Aia Bangih untuk pulang kampung.

Pihaknya hanya mengetahui Anggun berangkat dari rumah saudaranya Fitri di Sungai Penuh naik travel. Namun, setelah satu Minggu lamanya didapat informasi anaknya ditemukan di Aia Gadang Kecamatan Pasaman.

Pantauan di RS Islam Yarsi Simpang Ampek, korban mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian karena korban mengalami trauma berat.

Korban masih histeris sambil menangis dan berteriak-teriak menyebut nama seserang yang diduga sebagai pelaku. Hingga saat ini korban belum bisa dimintai keterangan lebih jauh karena masih trauma dan ditangani di pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Pasaman Barat.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*