LUAPAN KALI BEKASI RENDAM PEMUKIMAN PENDUDUK – Poskota.co

LUAPAN KALI BEKASI RENDAM PEMUKIMAN PENDUDUK

BANJIRPOSKOTA.CO – Dua pemukiman penduduk di sepanjang bataran Kali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali terendam banjir akibat luapan air sungai, Minggu siang.

“Sekitar pukul 14.00 WIB saya mendapat laporan dari petugas di Cikeas, Bogor bahwa ketinggian permukaan air sungai sudah mencapai empat meter lebih,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Heri Ismiradi di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, situasi permukaan air dengan ketinggian di atas empat meter menandakan situasi siaga satu di sejumlah kawasan bantaran di lokasi itu. “Banjir ini adalah air kiriman dari Cikeas, Bogor, karena di sana hujan deras sejak pagi tadi,” katanya.

Pihaknya telah memerintahkan petugas Bendung Kali Bekasi untuk terus membuka pintu air menuju arah hilir agar banjir tidak meluas.

Dikatakan Heri, dua pemukiman penduduk di sekitar bantaran Kali Bekasi menjadi korban banjir di antaranya Perumahan Pondokgede Permai (PGP) dan Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML).

“Di PGP ada sejumlah titik tanggul Kali Bekasi yang retak sehingga perlu ada penanganan dini,” katanya.

Pihaknya mengaku telah memaksa para warga di PGP untuk mengungsi ke sejumlah tenda yang disiapkan oleh para relawan di lokasi aman.   “Kita paksa warga PGP mengungsi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara itu, banjir di PML terjadi hanya di beberapa blok yang berdekatan dengan Kali Bekasi, di antaranya Blok C dan D. “Banjir masuk ke jalan perumahan sekira pukul 14.30 WIB dengan ketinggian sekitar sebetis orang dewasa,” kata Arief Munajat (41) warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)