LELAKI PARUH BAYA DITEMUKAN SUDAH TAK BERNYAWA DI KAMAR MANDINYA – Poskota.co

LELAKI PARUH BAYA DITEMUKAN SUDAH TAK BERNYAWA DI KAMAR MANDINYA

POSKOTA.CO – Cin Khiong (45) ditemukan tak bernyawa tergeletak tanpa busana di toilet kamar mandi rumahnya di Jalan Jembatan Besi I RT 004/01 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/6) pagi.

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Syafi’i SIK didampingi Kanit Reskrim AKP Antonius menuturkan, pada Selasa sekitar pukul 07.00 WIB Surachman M Noor seorang saksi mata mengatakan, kala itu tidak seperti biasanya korban tidak terlihat keluar rumah.

Saksi lalu memberanikakan diri memanggil korban, karena tidak ada respons akhirnya saksi bersama perangkat RT masuk ke rumah dan mengintip dari jendela kamar mandi.

Kecurigaan saksi terbukti saat melihat korban tergeletak dalam keadaan tanpa pakaian dengan posisi duduk di atas kloset, dan bersandar di atas ember.

Kabar kematian korban pun menyebar, warga kemudian mendatangi lokasi, sebagian ada yang melapor ke kantor polisi, dan sebagian lagi membawa korban ke Puskesmas Tambora. “Setelah tiba di puskemas dan diperiksa, dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia,” ucap Kapolsek.

Masih kata Kapolsek, korban meninggal dunia diduga karena sakit yang dideritanya, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan ataupun dugaan kekerasan pada tubuh korban.

Sementara itu, kasus meninggalnya pria paruh baya tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polsek Tambora Jakarta Barat. (*/hariri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)