Djoko Waluyo 24/04/2015

gejala-kankerPOSKOTA.CO – Kontraktor PT ASM, berinisial Har, ingkar janji dalam pembangunan rumah singgah untuk pasien kanker keluarga tidak mampu. Rumah singgah itu berada di bawah naungan Yayasan Pelayanan Kasih (YPK), dibiayai sepenuhnya oleh Pendiri sekaligus Ketua YPK, James B. Lumenta.

Setelah gagal mengurus ijin pembangunan rumah singgah itu, Har, kembali ingkar janji untuk mengembalikan uang milik YPK. Padahal, dana tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu sedikitnya 30 pasien kanker dari kalangan tidak mampu yang saat ini dalam pendampingan Cancer Care Yayasan Pelayanan Kasih (CCYPK).

Ketua Dewan Pembina YPK, James B. Lumenta, saat ditemui wartawan di Sekretariat YPK, Kebagusan, Jakarta Selatan mengungkapkan, Har pernah dua kali memberikan pada saya cek, namun ternyata cek kosong. Lalu janji lain, belasan kali meleset. Salah satu contoh terakhir, Har, memberikan saya cek senilai Rp 75 juta, tapi waktu akan saya cairkan pada 3 Maret 2015, cek tersebut kosong dan ditolak oleh bank.

Kemudian Har kembali memberikan cek kedua senilai Rp 150 juta, namun waktu saya cairkan ke bank tanggal 31 Maret 2015, lagi-lagi cek itu kosong sehingga ditolak oleh bank. “Saya merasa dipermainkan,” tegasnya.

Menurut James perjanjian dengan kontraktor tersebut dinyatakan, bahwa pihak kontraktor menjamin untuk mengurus segala perijinan kemudian akan mendirikan bangunan di atas lahan milik James dengan bangunan seluas 436 meter persegi di atas lahan tersebut. Bangunan itu akan digunakan untuk menampung pasien kanker dari kalangan tidak mampu. Mengingat, selama ini YPK mendapat titipan pasien kanker keluarga tak mampu yang berasal dari luar DKI Jakarta, termasuk titipan dari Rumah Sakit Cipto Manungkusumo (RSCM).

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*