Djoko Waluyo 07/05/2014

7macetPOSKOTA.CO – Ketua Umum DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Eka Sari Lorena Soerbakti menilai kemacetan yang terjadi di kota-kota besar akibat kegagalan pemerintah mengantisipasi pertumbuhan ekonomi.

“Potensi dan pertumbuhan ekonomi semestinya sudah diperhitungkan matang,” katanya usai diskusi bertajuk “Mengobati Penyakit Kronis Kemacetan Lalu Lintas” di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Rabu.

Menurut pemilik sekaligus Direktur Utama Lorena Transportasi Group itu, selama ini pemerintah masih mengaplikasikan kebijakan secara sepotong-sepotong untuk mengiringi pertumbuhan ekonomi yang kian pesat.

Ia mengungkapkan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang transportasi selama ini masih diabaikan sehingga berakibat pada kemacetan lalu lintas yang kian parah, terutama yang terjadi di kota-kota besar.

“Ketika ekonomi tumbuh pesat biasanya orang akan terdorong membeli kendaraan pribadi. Pertama, mungkin dari status, lebih ‘prestige’. Kemudian, lebih mudah untuk mengatur waktu bepergian,” katanya.

Pemerintah, kata dia, selama ini pasti sudah melakukan analisa ekonomi dan menyusun program kerja sehingga semestinya sudah menyadari dan mengantisipasi imbas dari pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi.

Lorena mencontohkan kebijakan pemerintah terkait mobil murah ramah lingkungan atau LCGC (low cost green car) yang ditolak oleh sejumlah pemerintah daerah, khususnya kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung.
Namun, kata dia, ada beberapa kota yang tetap menyetujui kebijakan itu, seperti Kota Semarang karena belum terlalu merasakan persoalan kemacetan lalu lintas akibat penuhnya volume kendaraan, seperti di Jakarta.

“Akibat kemacetan yang terjadi, kecepatan laju kendaraan di jalan raya di Jakarta sekarang ini rata-rata hanya sekitar 10 kilometer/jam. Tidak lebih dari itu,” jelasnya.

Apabila kemacetan tidak segera diatasi dan dicarikan jalan keluarnya, kata dia, kecepatan kendaraan yang melintasi jalan-jalan raya tidak akan lebih cepat dari sepeda. Bahkan, bisa terjadi kemacetan total.

“Oleh karena itu, pemerintah harus serius dalam membangun sistem perekonomian. Sesuaikan dengan peta pergerakan orang dan barang, pola kebutuhan orang seperti apa? Jadi, tidak sampai seperti ini,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*