harmono 21/01/2018

POSKOTA.CO – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor KH Dr Romdoni menyatakan, selama ini cukup mesra dan aktif berkoordinasi dengan Kapolres Bogor demi menjaga rasa aman masyarakat Bogor.

Ditegaskan Romdhoni, PCNU sepenuhnya mendukung dan di belakang Kapolres Bogor. NU akan selalu berusaha menciptakan rasa aman, menjaga dan menangkal aksi radikalisme di masyarakat terutama kalangan Nahdliyin.

Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika dalam pengarahannya, mendukung kegiatan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) untuk turut serta menangkal paham radikalisme di basis pelajar.

“IPNU sebagai organisasi pelajar, sudah tepat dan harus aktif melaksanakan kegiatan di sekolah-sekolah,” kata Kapolres.

Terkait medsos yang provokatif, Kapolres mempersilakan bila PC IPNU Bogor ingin berkonsultasi dengan kami, sehingga keberadaan medsos dapat bermanfaat untuk sarana komunikasi dan informasi yang baik dan mendidik.

Hal tersebut disampaikan pada saat pelantikan PC IPNU Kabupaten Bogor periode 2017-2019, di Gedung Kesenian dan Olahraga Kabupaten Bogor, Minggu (21/1).

Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika memberi sambutan saat menghadiri pelantikan PC IPNU Kabupaten Bogor periode 2017-2019, di Gedung Kesenian dan Olahraga Kabupaten Bogor, Minggu (21/1).

Dalam pelantikan tersebut Ketua Umum PP IPNU Asep Muzahid Irfan berpesan, agar kepengurusan baru PC IPNU Kabupaten Bogor, merawat dan mendiskusikannya kebiasaan NU, misalnya tahlilan, yasinan dan lainnya, sehingga memiliki nilai dan nuansa yang lebih.

“Tidak hanya kasat mata hanya sekadar kumpul, baca surat Yasin, tahlil, tahmid, salawatan dan doa terus bubar, tapi ada hikmah dibalik kumpul-kumpul tersebut, silahkan jadikan bahan diskusi IPNU,” imbuh Asep.

“Selain itu dan sangat penting adalah IPNU harus berperan aktif menangkal paham radikalisme di kalangan pelajar pada umumnya, dan pelajar NU khususnya baik di pesantren maupun nonpesantren. (*)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :