admin 09/02/2014
Lokasi hiburan jadi ajang transaksi narkoba terancam ditutup. (DOK)
Lokasi hiburan jadi ajang transaksi narkoba terancam ditutup. (DOK)

POSKOTA.CO – Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Suhardi Alius mengancam akan merekomendasikan pencabutan izin tempat hiburan yang berulangkali kedapatan ada penjualan narkoba jenis apa pun.

“ Kami prihatin melihat korban narkoba,” cetusnya dalam acara Rapat Koordinasi BNN-Polri di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (5/2).

Hal itu menyikapi pula hasil pertemuan antara Polri lewat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, beberapa waktu lalu. Koordinasi itu salah satunya bertujuan untuk membahas masalah peredaran narkoba di tempat hiburan.

“Indonesia sekarang sudah jadi daerah produsen (narkoba). Banyaknya pemasaran dalam negeri ini, dari sekian variabel yang paling banyak itu di tempat hiburan,” cetus Suhardi.

AWASI

Dia pun mengusulkan agar tempat hiburan yang disebutnya kini sudah tumbuh bak cendawan di musim hujan untuk diawasi ketat. Misalnya, pemberian peringatan lewat penutupan sementara selama satu hingga dua minggu bagi tempat hiburan yang terungkap ada peredaran narkoba.

Untuk mempertegasnya, akan dipasangkan pula garis polisi (police line) di lokasi itu. “langkah kita ke depan nanti cabut izin. Nanti akan di-police line tanpa tebang pilih. Rata semuanya,” ujar dia. (djoko)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*