harmono 30/06/2014
Yusuf Kalla
Yusuf Kalla

POSKOTA.CO – Calon wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan pendidikan budi pekerti dapat membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dan bermoral.

“Pendidikan budi pekerti, tidak hanya pada pelajaran agama, tapi bisa dimasukkan di semua mata pelajaran, baik bahasa Indonesia, kewargaan negara, maupun matemetika,” kata Jusuf Kalla pada debat cawapres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Minggu malam.

Jusuf Kalla menjelaskan, pelajaran budi pekerti pada mata pelajaran bahasa Indonesia misalnya dengan menyajikan cerita-cerita heroik atau dongeng yang menumbuhkan semangat juang dan contoh teladan dapat menginspirasi para pelajar.

Misalnya, cerita-cerita soal putra bangsa yang cerdas dan berakhlak baik sehingga menjadi teladan.
“Ini merupakan bagian dari revolusi mental yang dapat membangun nasionalisme,” katanya.

Mantan wakil presiden Republik Indonesia ini menjelaskan, jika mengetahui masalah pendidikan hal ini sangat penting.

Kala juga menegaskan, peningkatkan kualitas pendidikan juga ditentukan dengan peningkatan kualiatas guru, sehingga program sertifikasi, penataran dan sebagainya penting untuk menularkan ilmu pengetahuan kepada para murid.

Dalam memajukan pendidikan, kata dia, pemerintah harus memihak kepada kemajuan bangsa dengan membangun inovasi dan mengembangkan riset. “Adanya kebijakan pemerintah yang memihak sehingga tidak timbul masalah-masalah,” katanya.

Soal anggaran pendidikan, JK menilai, anggaran 20 persen dari APBN sudah cukup, tapi ke depan perlu melakukan efisiensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan riset. “Kuncinya bagaimana efisiensi anggaran untuk mengembangan pendidikan,” katanya.

JK juga mengusulkan, agar perguruan tinggi, lembaga riset, dan swasta dapat saling bersinergi dalam suatu pekerjaan bersama untuk mengembangkan riset untuk memabangun bangsa.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*