Djoko Waluyo 05/04/2014
Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Pemungutan suara 9 April, tinggal besok. Sejumlah ibu rumah tangga di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengaku masih bingung menentukan pilihan siapa di antara para calon legislatif peserta Pemilu 2014 yang akan mereka pilih.

“ Saya masih belum punya pilihan,” kata Lela Zapariza, seorang ibu rumah tangga saat ditemui di Pontianak, Sabtu.
Warga Jalan Parit Haji Husin II, Kecamatan Pontianak Tenggara itu mengatakan tidak banyak mengenal figur para calon legislatif.

Sehingga sampai hari ini pun ia tidak mempunyai pilihan di antara para caleg yang sudah berkampanye yang akan dipilih dia, baik untuk DPRD Kota Pontianak, DPRD Provinsi Kalbar, DPR RI, maupun DPD RI.

Pernyataan senada juga disampaikan Eka, warga Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Pontianak Selatan. Ia mengatakan ada tiga anggota keluarga tidak bisa hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) di tempat tinggalnya karena sedang berada di luar Kalbar.

“Nanti yang ke TPS saya sendiri. Bapak, ibu dan suami saya berada di Jawa, jadi tidak ‘nyoblos’,” katanya.
Ia mengakui, sampai hari ini juga bingung memutuskan akan memilih caleg yang mana untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kota Pontianak.

Karena guru PAUD itu hanya kenal dua nama, yakni seorang caleg DPD RI dan seorang caleg DPR RI yang menjadi kenalan baiknya, dan kedua orang tersebut akan menjadi pilihannya saat di TPS.

Eka mengakui, peluang tiga suara pemilih dari keluarganya yang tidak terpakai, rawan dimanfaatkan oknum tertentu untuk kepentingan caleg tertentu pula. “Mau gimana lagi. Tiga suara tidak digunakan, pasti dimanfaatkan orang lain,” katanya.

Sementara seorang ibu rumah tangga lainnya, Soraya, warga Jl Prof M Yamin, Kota Baru, Pontianak Selatan, mengatakan, ada dua orang tim sukses calon legislatif memberikan uang saat pengajian yang dihadirinya beberapa waktu lalu.

“Orangnya berbeda, yang satu memberikan Rp150 ribu, yang satunya lagi Rp50 ribu. Ibu-ibu dikasih uang tetapi orang yang memberikan mengatakan tidak memaksa para ibu harus memilih orang yang memberikan uang atau tidak,” katanya.

Soraya mengaku, tidak ingat nama-nama caleg yang memberikan uang saat pengajian tersebut. “Memang ada disebutkan nama-nama mereka, tetapi saya lupa,” katanya lagi.

Seorang ibu rumah tangga lainnya, Tiyas Septiandary mengatakan juga didatangi tetangganya yang menjadi tim sukses caleg tertentu. Ia dan suaminya mendapat uang, tetapi ia sendiri lupa dengan nama caleg yang memberi uang tersebut.

“Jadi belum tentu (pasti, red) pilih orang yang memberi uang ‘khan’,” katanya, sembari menambahkan, belum memutuskan caleg yang mana yang akan dipilih nantinya. Daripada bingung pilih saja yang cantik-cantik ini. antara – djoko

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*