HONDA JAZZ TERTIMPA POHON, SATU ORANG TEWAS – Poskota.co

HONDA JAZZ TERTIMPA POHON, SATU ORANG TEWAS

Jazz tertimpa pohon

POSKOTA.CO – Hujan deras disertai angin kencang dan petir menyebabkan sejumlah pohon tumbang di Kota Depok, Jawa Barat dan sekitarnya, Selasa (2/5) petang. Di Jalan Raya Lenteng Agung Barat, Jagakarsa sebuah pohon yang tumbang menimpa mobil Honda Jazz. Akibat peristiwa itu, seorang penumpang mobil tewas di lokasi kejadian, sementara dua penumpang lainnya luka-luka.

Honda Jazz merah berplat nomor D 1618 AAU yang tertimpa pohon, terlihat ringsek. Bahkan nyaris tak berbentuk. Tiga penumpang di dalamnya diketahui bernama Muhamad Rizky (19), Hussin (39) dan Dani Tugas Pangestu (22).

Dari identitas yang didapat, Muhammad Rizky dan Hussin merupakan karyawan swasta, sedangkan Dani yang saat itu sebagai pengemudi mobil merupakan anggota Polri berpangkat brigadir polisi dua.

Dari ketiga penumpang mobil itu, Muhammad Rizky merupakan korban terparah. Ia mengalami patah di bagian leher dan tewas di lokasi kejadian. Dua penumpang lainnya mengalami luka.

Dani hanya mengalami luka ringan, sementara Hussin patah di bagian paha. Dua korban yang mengalami luka itu pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Zahirah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Saksi di lokasi kejadian menyebutkan, kejadian sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu kondisi cuaca memang sedang hujan deras disertai angin kencang dan petir. Pohon tumbang ketika tersambar petir dan langsung menimpa mobil korban.

“Waktu kejadian, hujan sangat deras. Petirnya pun beruntun. Sepertinya pohon yang tumbang itu tersambar petir,” tutur Agus, warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah petugas mengevakuasi korban dari dalam mobil Jazz yang tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Lenteng Agung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/5) petang.
Sejumlah petugas mengevakuasi korban dari dalam mobil Jazz yang tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Lenteng Agung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/5) petang.

Sementara itu, seorang petugas yang turut mengevakuasi korban mengatakan, sopir selamat karena langsung lompat ke bagian belakang mobik. Sedangkan Rizky tidak dapat menyelamatkan diri karena atap mobil sudah tertimpa pohon.

“Dalam mobil pria semua, ada tiga orang. Dua selamat dibawa ke rumah sakit. Satu tewas karena terjepit. Kemungkinan lehernya patah,” kata Arif Purwanto, petugas Kecamatan Srengseng Sawah.

Mobil sempat diderek hingga 300 meter atau tepat di halte Kampus Universitas Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mempermudah evakuasi korban tewas. Pasalnya, kondisi korban terjepit.

Proses evakuasi berjalan satu jam lebih. Namun sebelumnya, kedua korban selamat sudah dievakuasi terlebih dahulu. “Satu jam untuk mengeluarkan korban meninggal,” ungkapnya.

Untuk mengevakuasi korban petugas gabungan Depok-Jakarta Selatan sempat mengalami kesulitan karena lokasi kejadian yang jauh dari saluran listrik, petugas juga kesulitan dalam hal peralatan. Ditambah lagi banyak kendaraan yang berhenti untuk melihat kejadian ini.

Kejadian ini membuat arus lalu lintas tersendat dari arah Depok menuju Jakarta. Kemacetan arus lalu lintas dari arah Margonda menuju Lenteng Agung mencapai 4 kilometer. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_11694" align="alignleft" width="406"] Komjen Budi Gunawan[/caption] POSKOTA.CO - Jimly Asshiddiqie salah sati tim 9 yang dimintai pendapat Jokowi setuju dengan usulan Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. "Itu sangat indah dan ideal," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Menurutnya masalah konflik KPK Vs Polri memang berawal dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka transaksi mencurigakan, padahal saat itu selangkah lagi mantan ajudan Megawati itu akan menjadi Kapolri. Kepada masyarakat dan khususnya jajaran Polri diminta untuk mensuport tegaknya hukum. "Ini untuk kepentingan bersama,Kita harus sama-sama menyelamatkan institusi KPK maupun Polri" tambahnya. Sebelumnya, Mensesneg Pratikno mengimbau agar Komjen Budi Gunawan mundur sebagai Kapolri. Menurut mantan Rektor UGM itu, akan sangat indah jika Budi mundur. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara.