taher 17/07/2017

POSKOTA.CO – Guna menangkis upaya disintegrasi bangsa yang belakangan ini mulai menyeruak, tak ada pilihan lain, nilai-nilai luhur empat pilar harus dikedepankan. Hal ini disampaikan anggota MPR RI, Rahmad Handoyo dihadapan puluhan Kepala Desa dan PAC PDI Perjuangan Sekecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar MPR RI, Minggu (18/06).

” Sudah terbukti, empat pilar selama ini mampu membuat bangsa kita kokoh hingga kini.” kata Rahmad Handoyo.
Politisi yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jateng V, (Boyolali, Solo, Klaten dan Sukoharjo) ini menambahkan, nilai-nilai luhur empat pilar, yaitu Pancasila sebagai perekat dan ideologi bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, bisa terus diimplementasikan.

“Empat pilar kebangsaan begitu penting untuk terus dimaknai dan diimplementasikan dalam kehidupan. Sebab jika tidak, nilai-nilai luhur empat pilar dalam Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, bisa luntur,”kata Rahmad Handoyo.
Rahmad Handoyo mengakui, saat ini, mulai muncul upaya yang mengarah disintegrasi bangsa. Namun, Rahmad Handoyo meyakini, kalau semua masyarakat memahami arti pentingnya empat pilar kebangsaan, maka upaya tersebut tidak akan berhasil.

“Salah satu bentuk implementasi empat pilar, misalnya bijak memberikan komentar lewat media sosial,” kata Rahmad Handoyo.
Menurut Rahmad Handoyo, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar di Rumah makan Ojo Dumeh Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali ini, merupakan salah satu agenda rutin MPR. MPR sangat perlu memberikan sosialiasi empat pilar kebangsaan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Diharapkan, para kepala desa dan pengurus PAC nantinya bisa menjelaskan lebih lanjut terkait empat pilar kebangsaan kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing. Misalnya disampaikan dalam pertemuan warga dan pertemuan arisan rutin atau ibu-ibu PKK.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :