Djoko Waluyo 21/05/2014
Jalanan rusak kurang diperhatikan pemda setempat
Jalanan rusak kurang diperhatikan pemda setempat

POSKOTA.CO – Sejumlah guru di Kabupaten Lampung Tengah (LAMTENG) mengeluhkan kondisi kerusakan jalan utama maupun jalan perdesaan di sekitar tempat tinggal dan sekolah mereka yang belum juga diperbaiki, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari pergi dan pulang mengajar.

Beberapa guru yang tinggal di sejumlah kawasan perdesaan di Kabupaten Lampung Tengah, seperti di Seputih Raman, Seputih Surabaya, Rumbia dan beberapa kecamatan lainnya mengeluhkan jalan-jalan yang rusak itu dan sulit dilalui menggunakan sepeda motor yang menjadi kendaraan keseharian mereka.

Menurut Ni Wayan, salah satu guru SMP di Seputih Raman, kerusakan jalan yang harus dilalui setiap hari saat mengajar atau bepergian sangat mengganggu kelancaran aktivitasnya ke sekolah dan kembali ke rumah.

Kerusakan jalan itu membuat dirinya harus pergi lebih cepat ke sekolah agar tidak terlambat. Selain itu, saat berkendaraan harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan. “Apalagi saat hujan, jalan yang rusak akan makin sulit dilalui dan rawan kecelakaan,” ujarnya.

Guru lainnya, Kliwon, mengeluhkan kerusakan jalan di sekitar tempat tinggalnya di Lampung Tengah, sehingga para guru maupun siswa di sekolahnya seringkali datang terlambat atau mengalami kecelakaan di jalan-jalan itu.

Para guru di sekitar Gunungsugih Lampung Tengah juga mengeluhkan kerusakan jalan utama, Jalan Lintas Tengah Sumatera yang beberapa ruasnya mengalami kerusakan dan banyak lubang menganga di badan jalan.

Kerusakan jalan yang penuh lubang itu, menyulitkan mereka saat menggunakan sepeda motor maupun mobil, sehingga seringkali terperosok serta kendaraan yang digunakan sering mengalami kerusakan juga rawan kecelakaan.

Sejumlah guru di sekitar Bandarjaya, selain mengeluhkan kondisi kerusakan jalan di sekitar tempat tinggal dan sekolah mereka, juga mengeluhkan kemacetan di sekitar Pasar dan terminal di Bandarjaya yang hingga kini belum bisa diatasi.

Kemacetan di jalan-jalan itu membuat para guru dan siswa seringkali terlambat tiba di sekolah, termasuk saat pelaksanaan ujian nasional berlangsung tahun ini.

Apalagi saat terjadi kerusakan jembatan di Jalan Lintas Tengah kawasan Terbanggi Besar yang hingga kini belum teratasi, padahal banyak mobil truk angkutan barang dan mobil umum maupun sepeda motor melewati jalan itu.

Petugas kepolisian setempat berkali-kali harus mengalihkan arus lalu-lintas ke jalan alternatif untuk mencegah penumpukan kendaraan yang menimbulkan kemacetan total. Namun jalan-jalan alternatif yang dilalui, di sekitar pasar dan kawasan terminal di Bandarjaya kondisinya juga penuh lubang dan mengalami kerusakan pada badan jalan.

“Lubang di jalan-jalan di sini cukup dalam dan sangat membahayakan kendaraan yang lewat, khususnya sepeda motor,” ujar Bambang, salah satu pengguna kendaraan yang melewati jalan di Bandarjaya itu pula.

Para pendidik dan warga maupun pengguna jalan itu berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengatasi dan memperbaiki kerusakan jalan utama (Jalan Lintas Tengah Sumatera) maupun jalan provinsi dan kabupaten serta jalan desa yang rusak dan penuh lubang itu.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*