Djoko Waluyo 13/04/2014
Brutalnya geng motor -dok-
Brutalnya geng motor -dok-

POSKOTA.CO – Geng motor Makassar makin brutal. Setelah menyerang dan merampok warga, minimarket, kini mereka menyerang Rumah Sakit Umum Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.

“Kami menerima kabar kalau mereka kembali beraksi di Rumah Sakit Dr Wahidin dan anggota dari polsek setempat juga sudah menangani kasus ini,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar Kompol Mantasiah di Makassar, Minggu.

Ia mengatakan, berdasarkan kronologi kejadian yang dikumpulkan anggota di lokasi kejadian jika para pelaku datang dengan jumlah cukup banyak dan menyerang serta merusak fasilitas rumah sakit.

Dia menyebutkan, salah seorang rekan pelaku yang terkena pecahan kaca membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun karena ditegur oleh pihak sekuriti, mereka kemudian melakukan penyerangan secara membabi buta.

Penyerangan itu dilakukan karena para anggota geng motor ini tidak memarkirkan kendaraannya secara teratur dan rapih, sehingga ditegur oleh pihak sekuriti dan memintanya untuk memarkirnya dengan baik.

“Mereka hanya ditegur untuk memarkir kendaraan secara baik, tetapi itu tidak diterima oleh para pelaku hingga akhirnya mereka menyerang para sekuriti serta melempari rumah sakit dengan batu serta anak panah,” katanya.

Akibat penyerangan itu, sejumlah fasilitas yang ada di rumah sakit menjadi rusak, kaca-kaca dan pintu pecah karena lemparan batu yang dilakukan oleh banyak orang.

“Pada saat geng motor itu ditegur, mereka tersinggung merasa bahwa rekannya tidak dilayani oleh dokter sehingga anggota geng motor itu menyerang rumah sakit dengan meggunakan batu dan busur kemudian melarikan diri,” katanya.

Sebelumnya, pada Minggu (13/4) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA, anggota geng motor juga beraksi di sejumlah titik di Makassar diantaranya di Jalan Abdullah Daeng Sirua, Kecamatan Manggala dengan menyerang mini market Alfamidi.

Di tempat itu, selain menyerang dengan batu, para kawanan geng motor yang membawa senjata tajam seperti badik (senjata khas Sulawesi Selatan), parang, samurai dan anak busur serta ketapelnya itu juga menjarah isinya.

Di tempat lainnya, para kawanan geng motor yang masih di bawah umur itu juga menyerang warung kopi (Warkop) di Jalan Perintis Kemerdekaan dengan membawa senjata tajam serta merampas beberapa benda berharga seperti komputer jinjing (Laptop) dan telepon genggam (HP) milik pengunjung.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*