admin 10/02/2014
Bangunan sekolah yang ambruk nyaris membahayakan siswanya. (YASRIL/POSKOTA.CO)
Bangunan sekolah yang ambruk nyaris membahayakan siswanya. (YASRIL/POSKOTA.CO)

RANGKASBITUNG (POSKOTA.CO) – Angin kencang  disertai hujan deras melanda Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, menyebabkan sebuah bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karya Bakti yang terletak di Kp Lebak Buah, Desa Karya Jaya, Kecamatan Cimarga ambruk saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di  sekolah tersebut, Rabu (5/2).

Untung saja, sebelum gedung itu ambruk menimpa para murid yang sedang belajar, guru memerintahkan para murid untuk segera keluar dari ruangan kelas untuk menyelamatkan diri, setelah melihat beberapa kayu penyangga di ruangan kelas mulai berjatuhan.

“Saat gedung ini akan ambruk, saya langsung memerintahkan para murid untuk segera keluar dari ruangan kelas, sehingga alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkap Jeri, salah seorang guru di TKP kepada wartawan

Menurut Jeri, sebelum gedung sekolah itu ambruk, pihaknya sudah merasa kuatir dengan kondisi gedung yang dibangun sejak tahun 2003 lalu itu terlihat sudah lapuk dimakan usia.Tapi karena pihak yayasan tidak kunjung merenovasi gedung, sehingga setiap hari para murid terpaksa belajar di gedung sekolah yang sudah tua itu.

“Para guru sebenaranya sudah merasa kuatir dengan kondisi gedung yang sudah lapuk dan tua ini, namun karena tidak ada perbaikan gedung dari yayasan, sehingga KBM tetap berjalan seperti biasa,meski ada perasan cemas saat turunnya hujan dan adanya angin kencang,” ungkap salah seorang tenaga pengajar di sekolah tersebut.

Achmadi, salah seorang murid kelas 2 di sekolah itu menuturkan, saat gedung sekolah akan ambruk dia sedang mengikuti kegiatan belajar, dan ketika terlihat adanya  kayu penyangga sekolah yang mulai berjatuhan dan diiringi suara gemuruh di plapon sekolah, dia bersama teman lainnya langsung berhamburan keluar ruangan kelas untuk menyelamtkan diri.

Hal senada diungkapkan Ade yang mengaku nyaris tertimpa plapon sekolah saat menyelamtakan diri keluar ruangan kelas bersama teman temannya.

“Jika saja saya terlambat sedikit lari keluar dari ruangan kelas , mungkin saya sudah tertimpa plapon sekolah,” ungkap Ade yang terlihat masih syhok menyaksikan gedung sekolah mereka yang kini nyars rata dengan tanah tersebut.

Ajat Sudrajat, ketua yayasan Karya Bakti yang ditemui di lokasi kejadian mengakui, gedung sekolah yang kini ditempati oleh 83 orang murid itu memang sudah lapuk dimakan usia dan pihak yayasan berencana akan merenovasi gedung tersbeut dalam waktu dekat.

“Kita sebelumnya sudah ada rencana untuk merenovasi gedung ini,namun karena pihak yayasan sebelumnya mengalami kesulitan keuangan,sehingga renovasi gedung terus tertunda,” katanya.

Sementara di tempat terpisah, kepala dinas Pendidikan Lebak, H Asep Komar Hidayat yang dikonfirmasi mengatakan,pihaknya belum  menerima laporan secara tertulis dari yayasan Karya Bakti terkait ambruknya gedung sekolah tersebut. (yasril)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*