harmono 20/04/2017

POSKOTA.CO – Karena tak memiliki SIM (surat izin mengemudi) Diki,36, ketakutan di stop polisi yang saat itu melakukan razia. Kendaraan sedan jenis Honda City yang dikemudikan kabur tancap. Disinilah awal terjadinya penembakan, karena polisi mencurigai, yang berada dalam kendaraan adalah penjahat.

Duka mendalam dirasakan keluarga Novianti. Ketika dijenguk Kapolda Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto, Rabu(19/4), Novianti meminta agar anggota yang menembak keluarga dihukum setimpal. “Dia sudah menghilangkan nyawa saudara saya, dan membuat cacat,” ujarnya sambil mewnyeka air mata.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. “Saya selaku pimpinan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga dan kami berdukacita,” ucap Agung, lirih.

Kepolisian setempat memastikan akan memproses kejadian tersebut. “Kalau keduanya terbukti bersalah pasti kita tindak, kini anggota tersebut Brigadir K diperiksa Propam,” ungkap Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga, Rabu (19/4).

Siang itu di Ralan Raya Lubuk Linggau Sumsel, saat dikejar polisi, Novianti sudah meminta sopir untuk menghentikan mobil, tapi karena tak memilik SIM dan pajak mobil mati, sopir ketakutan dan terus kabur.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :