GARA-GARA KNALPOT, IRFAN DIBUNUH – Poskota.co

GARA-GARA KNALPOT, IRFAN DIBUNUH

24GARISPOSKOTA.CO – Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat mengejar pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan Irfan,21, warga Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur tewas, Minggu (3/4) dini hari.

“Peristiwa pengeroyokan itu berlangsung sekira pukul 03.00 WIB di Gang Rose RT08/RW01 Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Puji Astuti di Bekasi, Senin.

Menurut dia, peristiwa itu bermula saat korban Irfan sedang mengendarai sepeda motor melewati jalan tempat para pelaku nongkrong.

“Tiba-tiba pelaku merasa terusik dengan suara knalpot motor korban dan teriak ‘berisik’, lalu langsung melempar korban dengan batol minuman plastik,” katanya.

Tidak lama kemudian, pelaku bersama puluhan rekannya langsung mendatangi tempat kejadian yang menjadi lokasi kumpul korban dan rekannya.

“Para pelaku memukuli korban dengan tangan kosong dan benda tumpul hingga korban dan seorang temannya bernama Hilman,21, mengalami luka di bagian mulut, dada dan kepala,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)