GARA-GARA KNALPOT, IRFAN DIBUNUH – Poskota.co

GARA-GARA KNALPOT, IRFAN DIBUNUH

24GARISPOSKOTA.CO – Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat mengejar pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan Irfan,21, warga Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur tewas, Minggu (3/4) dini hari.

“Peristiwa pengeroyokan itu berlangsung sekira pukul 03.00 WIB di Gang Rose RT08/RW01 Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur,” kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Puji Astuti di Bekasi, Senin.

Menurut dia, peristiwa itu bermula saat korban Irfan sedang mengendarai sepeda motor melewati jalan tempat para pelaku nongkrong.

“Tiba-tiba pelaku merasa terusik dengan suara knalpot motor korban dan teriak ‘berisik’, lalu langsung melempar korban dengan batol minuman plastik,” katanya.

Tidak lama kemudian, pelaku bersama puluhan rekannya langsung mendatangi tempat kejadian yang menjadi lokasi kumpul korban dan rekannya.

“Para pelaku memukuli korban dengan tangan kosong dan benda tumpul hingga korban dan seorang temannya bernama Hilman,21, mengalami luka di bagian mulut, dada dan kepala,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)