Djoko Waluyo 10/03/2014

11pesawat APOSKOTA.CO – Keberadaan Malaysia Airlines Penerbangan MH370 masih misterius. Banyak yang spekulasi hilangnya pesawat komersil itu akibat ulah teroris. Hal itu didukung dengan temuan dua penumpang gelap yang menggunakan paspor palsu.
Penerbangan MH370 yang lenyap membawa 239 orang di dalamnya. Seorang pejabat Malaysia mengatakan, pesawat mungkin telah mencoba untuk kembali sebelum menghilang. Melakukan manuver ‘U-turn’.
Kepala Angkatan Udara Malaysia Rodzali Daud mengatakan, radar militer mengindikasikan, pesawat “kemungkinan mencoba untuk balik ” namun ia tak mengatakan sejauh mana kendaraan udara itu berbalik. “Kami mencoba untuk memahaminya” kata Daud kepada Huffington Post, Senin (10/3/2014).
Kapal militer dan pesawat dari setengah lusin negara terus mencari keberadaan Boeing 777. Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan kapal induk USS Pinckney, kapal perusak rudal yang membawa 2 helikopter MH-60R, sebuah P-3C Orion dengan kemampuan radar dan komunikasi jarak jauh.

HANCUR DI UDARA

Reuters mengutip sumber senior yang terlibat dalam penyelidikan, yang menyatakan pencarian berfokus pada kemungkinan bahwa pesawat hancur di udara.
“Fakta bahwa kami belum menemukan satu puing pun sejauh ini mungkin mengindikasikan bahwa pesawat mungkin hancur di ketinggian sekitar 35 ribu kaki,” demikian ujar sumber.
Dengan tak mengecilkan harapan para keluarga korban, juru bicara Malaysia Airlines Ignatius Ong telah mengatakan pada kerabat, “Untuk bersiap menghadapi yang terburuk.”

DUGAAN TEROR

Seiring dengan pencarian, sebuah tim internasional sedang menyelidiki kecelakaan ini. Termasuk para ahli dari AS, penyelidik dari National Transportation Safety Board, dan ahli teknis dari Federal Aviation Administration dan Boeing.
Salah satu yang sedang diselidiki adalah dugaan terorisme, setelah penemuan 2 penumpang yang diduga terbang dengan paspor palsu. Kepolisian Internasional (Interpol) yang berpusat di Prancis mengonfirmasi bahwa paspor masing-masing satu orang dari Italia dan Austria masuk ke database mereka setelah dicuri pada tahun 2012 dan 2013.
“Meskipun terlalu dini untuk berspekulasi tentang hubungan antara paspor dicuri dan pesawat yang hilang , jelas memprihatinkan bahwa penumpang bisa naik penerbangan internasional menggunakan paspor curian yang terdaftar dalam database Interpol,” kata Sekretaris Jenderal Interpol, Ronald K. Noble.

TIKET LANJUTAN

Kedua nama tersebut memesan tiket, untuk melanjutkan perjalanan dari Beijing ke tujuan di Eropa. Dengan demikian mereka tidak perlu visa untuk masuk ke China.
Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan pihak berwenang sedang menelaah 4 nama mencurigakan dalam daftar penumpang. Juga telah menghubungi FBI dan badan-badan intelijen lainnya.
“Kami tidak hanya menargetkan 4,” kata Hussein. “Kami sedang menyelidiki manifes penumpang secara keseluruhan . Kami melihat segala kemungkinan.”

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*