harmono 24/10/2016

POSKOTA.CO – Pelaksanaan pekerjaan Dana Alokasi Khusu (DAK) senilai Rp96 miliar di Kota Cirebon terkesan asal kebut, hal itu jelas berdampak pada kualitas pekerjaan.

Menyikapi ini, sejumlah aktivis meminta pihak Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Manusia (DPUPESDM) Kota Cirebon untuk benar-benar mengawasi, jika tidak pekerjaan tersebut bisa saja menjadi temuan hukum. Apalagi kabar santer menderu Kota Cirebon jika tim Saber OTT bakal masuk ke daerah ini.

 Proyek pekerjaan trotoar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) perlu diawasi lebih serius oleh Dinas PU Kota Cirebon.
Proyek pekerjaan trotoar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) perlu diawasi lebih serius oleh Dinas PU Kota Cirebon.

“Jangan main-main, ini bukan proyek kecil, mata dan telinga para aktivis dan pegiat hukum pasti ikut memantau, jika saja ada temuan pasti bakal menjadi kasus hukum,” terang Rizqi, aktivis mahasiswa Cirebon, yang katanya bersama sejumlah tim tengah melakukan monitoring atas seluruh pekerjaan DAK di Kota Cirebon.

Rizqi berharap, PU tidak menutup diri soal proyek DAK tersebut. Mereka harus terbuka terhadap siapa pun, mengingat proyek tersebut merupakan uang negara dan berasal dari uang rakyat. Maka PU dan pemborong tidak boleh skeptis dan menghindar dari para aktivis atau pegiat pembangunan yang mendatangi proyek tesebut. Jika tidak maka dipastikan pergerakan cinta uang rakyat akan membawa temuannya ke ranah hukum.

Hal senada juga diungkapkan Setiawan, aktivis pegiat pembangunan Kota Cirebon, yang menyatakan proyek DAK puluhan miliar ini, harus menjadi isu besama untuk terus diawasi dan dimonitoring agar pelaksanaannya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Jangan sampai ada keluhan masyarakat atau temuan yang bisa membawa masalah tersebut ke meja hukum, karena memang siapa pun berhak untuk memberikan pengawasan agar uang rakyat bisa diselamatkan,” tandas Setiawan. (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :