taher 19/05/2014

Ilustrasi -dok-
Ilustrasi -dok-
POSKOTA.CO – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Barat Kartius mengakui tingkat disiplin pegawai negeri sipil masih perlu dibenahi guna menciptakan birokrasi yang hebat dan kuat.

“Singapura maju karena birokrasinya kuat. Tapi di Indonesia, termasuk Kalbar, banyak yang tidak paham dengan tugas pokok dan fungsi sebagai abdi negara,” kata Kartius saat pembekalan mental bagi PNS di Pemprov Kalbar di Pontianak, Senin.

Menurut dia, banyak yang berpikir bahwa menjadi PNS hanya untuk mendapat gaji bulanan serta tunjangan lainnya. “Padahal, di tangan birokrasilah mencakup pula kekuatan sebuah negara,” kata dia.

Ia tidak memungkiri adanya instansi di lingkungan Pemprov Kalbar yang belum melaksanakan aturan terkait kedisiplinan secara lengkap. Misalnya pelaksanaan apel pagi yang rutin tapi tidak dilakukan di beberapa instansi dengan alasan tidak ada kegunaan yang jelas.

“Aturan tentang apel pagi itu berdasarkan Instruksi Gubernur, jadi bukan karena ketidakjelasan fungsinya,” ujar Kartius. Ia menambahkan, untuk memperketat disiplin pegawai, kini telah diterapkan absen menggunakan sidik jari.

“Jadi kalau ada yang terlambat atau tidak hadir, setelah dikalkulasikan, maka akan ada perhitungan tertentu yang mempengaruhi tunjangan,” katanya.

Pada pelantikan 92 pejabat Eselon III di lingkungan Pemprov Kalbar beberapa waktu lalu, ada empat pegawai yang tidak mendapat jabatan karena penilaian dari Baperjakat, kinerja serta faktor kesehatan.
Pemprov Kalbar dalam waktu dekat juga akan melantik sekitar 200 pejabat eselon IV.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*