harmono 19/05/2014
ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kedua orangtuanya melarang anak gadisnya bepergian di tengah malam karena sayang, bukan lantaran benci. Sebab daerah yang akan dikunjungi Desa Gedangan Cepogo Boyolali rawan.

seorang anak yang masih sekolah di SD di Boyolali, Jawa Tengah, Tri Sulistyani,12, warga Dukuh Sidosari, Desa Gedangan Cepogo Boyolali, Sabtu gantung diri di kamarnya.

Sebelum ditemukan tewas Tri pamit hendak pergi bermain ke Desa Cepogo, dengan membonceng kendaraan milik temannya. Namun karena kondisi sudah gelap ibunya tak memberi ijin, karena kawatir terjadi apa-apa.

Sismadi ayah korban menceritakan, usai dilarang tersebut anaknya masuk ke kamar dan mengunci pintu dari dalam. Karena lama didalam kamar Sismadi merasa curiga. Saat diketok, siswi Madrasah Ibtidaiyah desa setempat tersebut tak mau membukakan pintu.

Merasa curiga, Sismadi mendobrak pintu kamar anaknya. Betapa kaget sang ayah mendapati putri kesayangannya tergantung kaku di atap kamarnya. Melihat kejadian memilukan itu Sismadi segera meminta bantuan saudara dan tetangganya.

Kematian tragis siswa setingkat SD tersebut membuat keluarga Sismadi terpukul. Pasalnya larangan bermain yang ditujukan kepada anaknya justru diartikan lain. Dirinya tak menyangka jika anak kesayangannya nekat gantung diri.

Kapolsek Cepogo, AKP Bambang Rusito saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Dari olah TKP, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan ataupun pembunuhan,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*