harmono 10/05/2014
Gedung Krimsus
Gedung Krimsus

POSKOTA.CO – Dua kali dipanggil tak hadir, akhirnya Hendrisman Rahim ketua dan penanggung jawab Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), diperiksa Direktorat Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya, Jumat (9/5).

Direktur utama (Dirut) Asuransi Jiwasraya itu diperiksa sebagai saksi terkait laporan PT Mitra Integrasi Komputindo (MIK) atas dugaan tindak pidana hak cipta atas program komputer dalam format dan platform sistem pembelajaran dan pelatihan(e-learning) sertifikasi keagenan asuransi jiwa.

Kasubdit Subdit Industri dan Perdangan (Indag) Dit Reskrimsus, AKBP Rudi Setiawan membenarkan pemeriksaan Hendrisman setelah dua kali tak hadir dipanggil. “Dia kami periksa sebagai saksi, pemeriksaan dari pukul 15:00 Wib hingga 21:00 Wib,” ujar Rudi, saat dihubungi, Jumat (9/5) malam.

Ia belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan tersebut, pasalnya penyidik sedang mempelajari hasil sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepadanya. “Kan baru diperiksa, sedang kami diskusikan dulu dengan penyidik,” ujarnya.

Hingga saat ini, katanya, belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka. “Masih proses penyelidikan dan akan memanggil beberapa saksi lagi,” tambahnya.

Sebelum, Hendrisman Rahim ketua dan penanggung jawab Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), mangkir dipanggil Direktorat Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Metro Jaya, Kamis (17/4). Begitu juga pada Jumat (25/5), namun Hendrisman untuk meminta penjadwalan waktu pemeriksaan.

Subdit Indag Dit Reskrimus telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya William Kuan,pengurus dan penanggung jawab pelaksana pelatihan calon agen asuransi jiwa di bawah wadah AAJI dan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Benny Waworuntu dan dari Universitas Gunadarma.

Kejadian ini berawal pada sekitar bulan Mei 2013 MIK menemukan media cakram yang berisi format multimedia yang dipergunakan oleh perusahaan asuransi jiwa prudential yang isinya secara kasat mata diketahui mempunyai kesamaan dengan format isi cakram multimedia ciptaan milik MIK.

Kemudian pada bulan Juni 2013 MIK melaporkan adanya dugaan tindak pidana pelanggaran hak cipta sesuai dengan ketentuan Pasal 72 ayat (3) Undang-Undang No 20 tahun 2002 tentang Hak Cipta. (oko)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*