Djoko Waluyo 27/04/2014
Din Syamsudin
Din Syamsudin

POSKOTA.CO – Ketua Umum MUI Din Syamsuddin menegaskan bahwa Poros Partai Islam sulit terwujud, meski sejumlah ormas Islam mendukung adanya poros tersendiri melalui koalisi parpol-parpol berbasis Islam.

“Itu sudah mendapat dukungan ormas Islam, tapi banyak kendala untuk mengajak koalisi para pimpinan parpol Islam itu dan per hari ini semakin jauh dari kemungkinan,” katanya setelah berbicara pada Workshop Astrofotografi di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, aspirasi dan usulan Poros Islam itu sudah mendapat dukungan 30-an ormas Islam dalam forum Ukhuwah Islamiyah yang digelar di MUI (21/4), namun pertemuan lanjutan yang melibatkan sejumlah perwakilan parpol Islam tidak menemukan titik temu untuk koalisi.

“Parpol Islam belum datang semua, terutama petingginya. Ada yang mengutus orang kedua, sehingga tidak bisa mengambil keputusan, tapi ada kendala lain, yakni di antara parpol Islam itu ada juga yang mempunyai kepentingan mau berkoalisi asalkan ketua umumnya jadi capres atau cawapres,” katanya.

Din yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menyatakan meski tidak ada Poros Islam, tapi pihaknya dan sejumlah ormas Islam tetap meminta agar parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam seperti PPP, PKS, PAN, PKB dan PBB bersatu.

“Artinya, akumulasi perolehan suara mereka hampir 32 persen. Itu lebih besar dari partai manapun. Pakailah 32 persen ini sebagai modal, tapi tidak menutup kemungkinan mengajak partai lain. Kan sangat fair aspirasi ini. Bersatu demi kepentingan umat kan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, ormas Islam seperti Muhammadiyah itu bukan dalam kapasitas menentukan capres atau cawapresnya. “Kami sadar ormas tidak pada posisi menentukan. Yang menentukan adalah mereka dari parpol Islam,” kata Din yang mengelak capres/cawapres yang didukungnya.

Secara terpisah, politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Laskar Barisan Amanat Nasional (DPP Laksamana) Syafrudin Budiman berharap koalisi partai-partai Islam masih bisa terwujud.

“Koalisi partai Islam ini bisa dikomandani PKB dengan didukung PAN, PKS, dan PBB. Koalisi parpol Islam ini bisa minus PPP yang lebih dekat ke Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto,” katanya.

Ia mengusulkan Poros Islam mengusung Mahfud-Hatta atau Hatta Khofifah. “Kombinasi Mahfud-Hatta atau Hatta-Khofifah mewakili aspirasi mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia yang mencapai kurang lebih 90 persen,” katanya.

Menurut mantan aktivis mahasiswa Surabaya itu, kombinasi Mahfud-Hatta mewakili Jawa-luar Jawa, tradisionalis-modernis, NU-Muhammadiyah, intelektual-praktisi dan Gus Dur-Amien Rais.

“Sementara kombinasi Hatta-Khofifah mewakili luar Jawa-Jawa, Muhammadiyah-NU, tua-muda, laki-laki-perempuan, dan tehnokrat-politisi,” kata mantan aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jatim itu.

Ia mengaku optimistis kombinasi itu bisa menang pada Pilpres 2014, bahkan bisa mengalahkan kandidat yang lain dengan perolehan suara di atas 50 persen. “Kendalanya terletak pada PKB, apakah mau memimpin poros besar ini?,” katanya. (ant)

1 thought on “Din Syamsudin Pesimis Poros Partai Islam Bisa Terwujud

  1. Memang lebih realistis pak din. Cuma keadaan luar biasa kayak 98 yang bisa membuat parpol islam bergabung

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*